Bukan Sekadar Kota Budaya! 11 Fakta Unik Solo Ini Bakal Bikin Anda Terpana

Keraton Solo
Sumber :
  • VIVAnews/Fajar Sodiq

Jateng – Selain dikenal sebagai "Kota Budaya", Solo menyimpan banyak fakta menarik yang menjadi bukti kekayaan sejarah dan tradisinya yang unik. Dari peran pentingnya dalam sejarah nasional hingga tradisi yang hanya ada di sini, berikut adalah rangkuman keistimewaan Kota Surakarta seperti dikutip dari beragam sumber, Kamis (5/2/2026):

img_title Semarak Harlah PKB Jawa Tengah, Ini Rangkaian Acaranya

1. Sejarah dan Warisan Budaya

Kota Kelahiran Tokoh Nasional: Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, dilahirkan dan menghabiskan masa kecil hingga sekolah menengah di Solo. Beliau juga pernah memimpin kota ini sebagai Wali Kota untuk dua periode (2005-2012).

img_title Optimalkan Waduk untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan

2. Sebutan "Solo" dan "Surakarta"

Kota ini memiliki dua nama yang digunakan dalam konteks berbeda. "Solo" lebih umum dipakai dalam percakapan budaya dan sehari-hari, sedangkan "Surakarta" adalah nama resmi dalam administrasi pemerintahan.

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

3. Kota dengan Dua Keraton

Uniknya, Solo memiliki dua keraton yang masih aktif hingga sekarang, yaitu Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Mangkunegaran (Pura Mangkunegaran). Keduanya tetap menjadi pusat pelestarian budaya Jawa.

5. Penyelenggara PON Pertama

Solo tercatat dalam sejarah olahraga nasional sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada tahun 1948, yang dibuka langsung oleh Presiden Soekarno.

6. Jadi yang Bersejarah

Kota ini secara resmi berdiri pada tanggal 17 Februari 1745, menandai awal mula Surakarta sebagai pusat pemerintahan.

7. Kehidupan Urban dan Ekonomi Kreatif

Beragam Julukan Khas: Julukan seperti Kota Batik, Kota Liwet (berkaitan dengan kuliner nasi liwet), Kota Bengawan (karena dilalui Sungai Bengawan Solo), dan Kota Budaya menggambarkan berbagai sisi identitas Solo.

8. Pasar Loak yang Terkenal

Pasar Klithikan Notoharjo adalah surga bagi pencari barang antik dan vintage. Pasar ini dibangun untuk menampung pedagang kaki lima dan menawarkan berbagai barang bekas layak pakai yang unik.

9. Destinasi Kereta Uap Tua

Anda dapat menikmati perjalanan wisata menggunakan lokomotif uap buatan Jerman tahun 1896 yang masih beroperasi dari Stasiun Purwosari. Rutenya menawarkan pemandangan bangunan bersejarah seperti keraton dan Loji Gandrung.

10. Tradisi Tahunan yang Spektakuler

Salah satu tradisi paling ikonik adalah Kirab Pusaka 1 Suro atau Kirab Kebo Bule. Prosesi malam hari yang menyambut Tahun Baru Jawa ini menampilkan kerbau bule (albino) dan menjadi daya tarik budaya yang langka.

Halaman Selanjutnya
img_title