4 Fakta Mencengangkan yang Membentuk Wajah Semarang, Nomor 4 Bikin Penasaran
- Istimewa
Jateng – Sebagai ibu kota Jawa Tengah (Jateng), Semarang tidak hanya identik dengan lumpia yang lezat. Kota ini adalah kanvas sejarah yang hidup, di mana setiap lapisan waktunya meninggalkan cerita unik—dari kebanggaan sebagai kota pelabuhan penting, saksi bisu kelahiran perkeretaapian Indonesia, hingga peninggalan arsitektur kolonial yang memesona dan julukan-julukan yang penuh makna.
Berikut ini empat fakta menarik yang membentuk identitas unik Kota Atlas ini, dirangkum dari sejumlah sumber, Kamis (5/2/2026):
1. Kota Pelabuhan dengan Jalur Sutra Maritim Sejak Lama
Jauh sebelum menjadi metropolitan modern, denyut nadi Semarang telah berdetak di pelabuhannya. Pelabuhan Tanjung Emas, yang kini menjadi gerbang utama, adalah penerus tradisi maritim panjang. Pada era pra-kolonial, lokasi strategis di pesisir utara Jawa telah menjadikan Semarang salah satu pusat perdagangan rempah dan komoditas yang ramai. Aktivitas pelabuhan yang aktif inilah yang mengukuhkan Semarang sebagai "Kota Pelabuhan" sejati, sebuah identitas yang melekat sejak berabad-abad lalu dan terus bertahan hingga kini.
2. Titik Nol Kelahiran Kereta Api Indonesia
Bagi para railfans, Semarang adalah tanah suci. Kota ini memegang peran sentral sebagai tonggak pertama sejarah perkeretaapian di Indonesia. Jejaknya dimulai pada 17 Juni 1864, ketika Gubernur Jenderal Hindia Belanda melakukan pencangkulan pertama untuk pembangunan jalur kereta api dari Desa Kemijen menuju Desa Tanggung (sepanjang 26 km). Jalur ini resmi dioperasikan untuk umum pada 10 Agustus 1867. Pembangunan kemudian berlanjut dengan menghubungkan Semarang dan Surakarta (Solo) sejauh 110 km pada 1870. Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Poncol menjadi saksi bisu dari babak awal transportasi masal yang revolusioner ini.
3. 'Little Netherland' dengan Warisan Arsitektur yang Kokoh
Tidak hanya Jakarta, Semarang juga memiliki kawasan Kota Tua yang atmosferik, sering dijuluki 'Little Netherland'. Kawasan ini dulunya adalah jantung pemerintahan dan perekonomian Hindia Belanda. Hingga kini, bangunan-bangunan megah dari era itu masih berdiri dengan gagah, menjadi museum hidup yang menarik wisatawan. Beberapa mahakarya yang wajib dikunjungi adalah Lawang Sewu dengan legenda seribu pintunya, Gereja Blenduk berkubah tembaga yang ikonik, dan Gedung Balai Kota Semarang. Kawasan ini tidak hanya tentang bangunan tua, tetapi juga merupakan titik nol kota dan surga kuliner legendaris.