1.295 Warga Pati Siap Diberangkatkan Haji pada Mei 2026, Semua Masuk Gelombang Kedua
- Istimewa
Jateng – Persiapan pemberangkatan ibadah haji 2026 bagi calon jamaah asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai dimatangkan sejak awal. Sebanyak 1.295 calon haji Pati dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Mei 2026 dan seluruhnya akan diberangkatkan dalam gelombang kedua.
Data Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pati mencatat, total jamaah tersebut terdiri dari 571 laki-laki dan 724 perempuan. Mereka akan tergabung dalam kloter 49 hingga kloter 53.
“Seluruh calon haji Kabupaten Pati masuk kloter 49 sampai 53. Kloter 49 merupakan kloter gabungan dengan Kabupaten Rembang, sedangkan kloter 50 hingga 53 bergabung dengan Kota Surakarta,” ujar Perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pati, Rahardian Yunianto, saat Pembukaan dan Orientasi Bimbingan Manasik Haji di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis.
Rahardian menjelaskan, seluruh jamaah haji Pati masuk gelombang kedua dengan rencana keberangkatan pada Mei 2026. Untuk memastikan kesiapan jamaah, pemerintah daerah bersama Kementerian Haji dan Umrah menggelar manasik haji secara berjenjang hingga tingkat kecamatan.
Manasik haji tingkat kecamatan dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di 16 titik lokasi dengan menghadirkan narasumber profesional.
“Manasik ini dirancang agar jamaah mendapatkan pemahaman yang utuh, baik terkait rukun haji, teknis ibadah, hingga kondisi di Tanah Suci,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa manasik haji merupakan fondasi penting dalam mempersiapkan jamaah menghadapi rangkaian ibadah haji yang menuntut kesiapan menyeluruh.
“Ibadah haji adalah nikmat besar dari Allah SWT. Karena itu dibutuhkan kesiapan mental, fisik, dan spiritual agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal,” ujar Risma.
Ia mengapresiasi peran Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pati beserta seluruh panitia yang telah memulai persiapan sejak dini. Menurutnya, pembekalan yang matang akan berdampak langsung pada kelancaran ibadah jamaah di Tanah Suci.
Risma juga menyampaikan optimismenya terhadap peningkatan kualitas layanan haji nasional, seiring hadirnya kementerian khusus yang menangani urusan haji dan umrah.
“Dengan sistem pelayanan yang lebih terpadu, saya berharap penyelenggaraan haji ke depan semakin profesional, efisien, dan akuntabel,” katanya.