Polisi Perketat Patroli di Jalur Sepi Batang Sikat Begal Meresahkan, Fokus 3 Daerah Ini

Ilustrasi - Tempat kejadian perkara penikaman
Sumber :
  • pixabay/kalhh

Jateng – Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, memperketat patroli keamanan di sejumlah wilayah rawan kejahatan menyusul meningkatnya laporan pembegalan dan tindak kriminal jalanan dalam beberapa pekan terakhir. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka kejahatan sekaligus merespons keresahan masyarakat.

img_title Komisi E DPRD Jateng Usulkan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal demi Jamin Kesejahteraan Warga

Kapolres Batang AKBP Veronika mengatakan, patroli keamanan ditingkatkan secara intensif dengan menyasar titik-titik yang dinilai memiliki kerawanan tinggi.

“Kami fokuskan patroli di wilayah rawan seperti Kecamatan Bandar, Blado, dan Wonotunggal. Daerah-daerah ini tercatat mengalami beberapa kejadian kejahatan jalanan,” ujar AKBP Veronika di Batang, Jumat.

img_title Setya Arinugroho Desak Transparansi Data DTSEN dan Perketat Validasi Penerima KIP Kuliah

Menurutnya, peningkatan patroli ini bertujuan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan serta mengembalikan rasa aman warga, khususnya pengguna jalan yang melintas di jalur sepi.

Patroli dilakukan secara terpadu dengan melibatkan jajaran kepolisian sektor. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Batang, Iptu Sudaryono, menambahkan bahwa operasi tersebut digelar secara dinamis, baik pada siang maupun malam hari.

img_title Isu Penutupan Prodi Jadi Alarm Keras Ketidaksinkronan Kampus dan Pasar Kerja

“Kami menyisir jalur transportasi utama, kawasan permukiman, pusat aktivitas warga, hingga ruas jalan yang minim penerangan,” jelasnya.

Ia menyebut wilayah bagian selatan Kabupaten Batang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi karena kondisi jalan yang relatif sepi dan kurangnya lampu penerangan jalan umum. Situasi ini dinilai rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan, khususnya pembegalan.

Selain penindakan, Polres Batang juga mengedepankan langkah preventif melalui pendekatan kepada masyarakat. Petugas aktif melakukan sosialisasi kamtibmas dengan melibatkan tokoh masyarakat dan perangkat desa.

“Keamanan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Kami libatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap lingkungan sekitarnya,” kata Veronika.

Ia menegaskan pendekatan yang dilakukan kepolisian bersifat tegas namun tetap humanis. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

“Kami minta masyarakat ikut menjaga fasilitas umum dan tidak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Sinergi ini penting untuk menciptakan keamanan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan intensifikasi patroli dan keterlibatan warga, Polres Batang berharap potensi kejahatan jalanan, terutama pembegalan, dapat ditekan secara signifikan.