5 Fakta Unik Banjarnegara yang Bikin Kamu Geleng-Geleng: Dari Domba Berekor 'Batu' Hingga Dawet Tiga Warna

Dawet Ayu Banjarnegara
Sumber :
  • (ANTARA/Wuryanti Puspitasari)

Jateng – Di lereng pegunungan Jawa Tengah (Jateng), tersembunyi sebuah kabupaten yang menyimpan lebih dari sekadar hawa sejuk dan panorama hijau: Banjarnegara. Kawasan yang kerap dilintasi begitu saja, ternyata memiliki warisan budaya, kuliner, dan alam yang tak terduga.

img_title Semarak Harlah PKB Jawa Tengah, Ini Rangkaian Acaranya

Dari domba berekor unik yang beradaptasi dengan medan ekstrem, kepercayaan tentang tanggal lahir yang bisa bergeser, hingga minuman kuno berwarna-warni yang telah ada selama berabad-abad.

Berikut ini lima fakta unik Banjarnegara yang jarang diketahui publik, mengutip sejumlah sumber, Rabu (11/2/2026):

img_title Optimalkan Waduk untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan

Fakta 1: Domba Batur – Spesies Langka dengan Ekor "Batu"

Di kawasan pegunungan Wonosobo yang masuk dalam wilayah Banjarnegara, hidup Domba Batur, jenis domba lokal dengan ciri fisik yang sangat khas: ekornya membesar menyerupai batu (batur). Adaptasi alami ini memungkinkan mereka menjaga keseimbangan di medan berbatu yang terjal. Sayangnya, populasinya kian terancam akibat penyusutan habitat dan minimnya upaya konservasi. Spesies ini adalah warisan genetik yang nyaris terlupakan.

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

Fakta 2: Tradisi "Pindha Sakwala Bangun" – Saat Tanggal Lahir Bisa Berpindah

Masyarakat Banjarnegara mengenal kepercayaan unik bahwa tanggal ulang tahun seseorang dapat berubah jika bertepatan dengan hari-hari tertentu dalam kalender Jawa. Fenomena yang disebut Pindha Sakwala Bangun ini terjadi karena perbedaan sistem penanggalan Jawa yang lebih kompleks. Sebagai solusi, sebagian keluarga memilih merayakan dua kali: sekali menurut kalender Gregorian, sekali menurut penanggalan Jawa. Tradisi ini menjadi cermin kearifan lokal dalam menyikapi keberagaman sistem waktu.

Fakta 3: Dataran Tinggi Dieng – Embun Beku dan Warisan Klasik

Sebagian wilayah Dataran Tinggi Dieng masuk dalam administrasi Banjarnegara. Di sinilah fenomena embun es (bun upas) menyapa setiap pagi di musim kemarau, menciptakan lanskap ala subtropis yang langka di Indonesia. Di atas dataran ini juga berdiri Candi Arjuna, kompleks percandian Hindu kuno yang menjadi saksi peradaban masa lalu. Namun, keindahan Dieng kini menghadapi ancaman serius dari sampah wisatawan, yang membutuhkan kesadaran kolektif untuk menjaganya.

Fakta 4: Es Dawet Ayu – Minuman Berwarna-warni Berusia Berabad-abad

Es Dawet Ayu bukan sekadar pelepas dahaga. Minuman tradisional ini telah menjadi bagian dari budaya Banjarnegara selama ratusan tahun, hadir dalam upacara adat hingga pernikahan. Keunikannya terletak pada tiga warna butiran dawet: merah, hijau, dan putih—yang membedakannya dari dawet daerah lain. Terbuat dari tepung beras, santan, dan gula merah cair, minuman ini tak hanya lezat tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian banyak warga.

Halaman Selanjutnya
img_title