Ternyata Kolak Bukan Sekadar Takjil Biasa, Ada Makna Spiritual yang Dalam Banget
- (Freepik)
Jateng – Bulan Ramadan selalu identik dengan makanan khas Jawa yakni kolak. Hampir di setiap meja berbuka, hidangan manis berbahan pisang atau ubi jalar ini selalu hadir menemani momen berbuka puasa. Tapi, tahukah kamu kalau di balik kelezatannya, kolak menyimpan filosofi yang begitu dalam dan sarat makna spiritual?
Bukan sekadar pencuci mulut, kolak ternyata punya pesan moral yang bikin kita merenung. Penasaran? Yuk, simak penjelasan berikut, mengutip situs badanbahasa.kemendikdasmen.go.id, Senin (23/2/2026);
Kolak: Lebih dari Sekadar Hidangan Manis
Kolak adalah makanan tradisional yang dibuat dari bahan dasar pisang atau ubi jalar. Kedua bahan ini direbus dengan santan dan gula aren. Sebenarnya isian kolak tidak sebatas pisang dan ubi jalar. Isi kolak dapat juga singkong, labu kuning, kolang-kaling, atau campuran dari beberapa bahan.
Kolak banyak dijumpai di bulan Ramadan. Kolak menjadi hidangan buka puasa yang disukai banyak orang. Tapi, kenapa ya hidangan ini begitu lekat dengan bulan suci?
Makna di Balik Nama "Kolak"
Jawabannya mungkin terletak pada asal-usul namanya. Kolak merupakan salah satu jenis makanan tradisional Jawa yang memiliki makna mendalam. Nama kolak diyakini diambil dari kata khalaqa. Artinya adalah “menciptakan”.
Nama kolak juga dapat berasal dari kata khaliq. Artinya adalah “Sang Pencipta”. Hidangan ini dinamakan demikian agar bisa mendekatkan kepada Sang Pencipta. Dalam setiap suapan kolak, kita diingatkan untuk selalu mengingat Allah SWT.
Kolak sering disajikan pada bulan Ramadan. Bulan ketika seluruh umat Islam berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan banyak beribadah dan mengendalikan hawa nafsu.
Filosofi Bahan-Bahan Kolak
Tak hanya namanya, bahan-bahan kolak pun punya pesan tersendiri. Salah satu bahan yang sering digunakan untuk membuat kolak adalah pisang kepok. Pisang kepok diartikan sebagai "kapok". Maknanya adalah kita harus kapok atau bertobat atas dosa yang pernah kita lakukan.
Selain pisang, ubi jalar atau telo pendem juga sering jadi isian kolak. Ubi jalar atau telo pendem memiliki makna mengubur segala kesalahan yang telah lalu.