Menurut Luthfi, roadmap swasembada pangan telah disusun secara terintegrasi dari tingkat nasional hingga kabupaten/kota. Jawa Tengah, kata dia, harus menjadi provinsi yang mampu berdiri di atas kekuatan pangannya sendiri.
“Kita melaksanakan roadmap swasembada pangan dari nasional, provinsi hingga kabupaten/kota. Negara yang kuat adalah negara yang pangannya kuat, berdiri di kaki sendiri,” ujarnya.
Infrastruktur Irigasi Jadi Kunci Swasembada
Gubernur menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan sangat ditentukan oleh penguatan infrastruktur, khususnya sistem irigasi. Embung menjadi solusi konkret untuk menjaga ketersediaan air, terutama saat musim kemarau.
Data hingga Maret 2026 mencatat produksi gabah Jawa Tengah hampir menyentuh 3,9 juta ton. Capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui pembangunan embung serta perbaikan akses jalan distribusi hasil pertanian.
Ia menyebut pembangunan embung akan diperluas ke sejumlah wilayah, seperti Banjarnegara dan Kendal. Bahkan, secara ideal ditargetkan setiap dua kecamatan memiliki satu embung guna menopang kebutuhan pengairan lahan pertanian.
“Gunakan embung ini untuk masyarakat sekitar. Semakin makmur desa, semakin makmur kabupaten, dan semakin makmur provinsinya,” katanya.
Embung Geblog: Dari Irigasi hingga Wisata Lokal
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan pembangunan Embung Geblog berawal dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan suplai air untuk perkebunan saat musim kemarau.
Proyek ini juga merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden RI Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air.
Secara teknis, embung dibangun dengan konstruksi tulangan besi dan fondasi 20 x 20 sentimeter. Struktur dasar menggunakan tanah asli yang dipadatkan, serta dilapisi geomembran setebal 1,5 milimeter guna mencegah kebocoran.
Embung Geblog memiliki luas dasar sekitar 4.131 meter persegi, luas muka air maksimal 4.953 meter persegi, dan kapasitas tampung mencapai 18.143 meter kubik.
Tak hanya berfungsi sebagai sumber irigasi, embung ini juga dirancang multifungsi. Selain konservasi air, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata lokal dan mendorong pertumbuhan UMKM masyarakat sekitar.
Dengan pembangunan embung yang masif dan penguatan infrastruktur pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis target swasembada pangan 2025/2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.