Darurat Sampah! Jateng Produksi 6,36 Juta Ton per Tahun, Baru 60 Persen Tertangani

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi atasi sampah
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kondisi pengelolaan sampah di wilayahnya sudah masuk kategori darurat. Produksi sampah yang mencapai jutaan ton per tahun dinilai membutuhkan langkah konkret dan terukur agar tidak semakin membebani lingkungan.

img_title Sarif Kakung Ajak Pemerintah Daerah Perbaiki Tata Kelola Sampah

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan total timbulan sampah di provinsi tersebut hampir menyentuh 6,36 juta ton setiap tahun. Namun, kapasitas pengolahan yang tersedia saat ini baru mampu menangani sekitar 60 persen.

"Sampah di Jawa Tengah hampir 6,36 juta ton per tahun. Yang bisa diproses baru sekitar 60 persen, sedangkan sisanya belum tertangani optimal sehingga harus menjadi perhatian serius kita," kata Ahmad Luthfi di Batang, Selasa 24 Februari 2026.

img_title Jateng Surplus Padi 9,3 Juta Ton, Setya Ari Nugroho Dorong 3 Program Ketahanan Pangan Terukur untuk Banyumas-Cilacap

Pernyataan itu disampaikan dalam Pencanangan Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ia menegaskan, persoalan sampah harus menjadi gerakan bersama, terlebih Presiden telah menargetkan Indonesia menuju zero waste pada 2029.

"Oleh karena itu, Gerakan Jateng ASRI harus menjadi gerakan nyata. Kami minta seluruh bupati dan wali kota segera menyerahkan data konkret penanganan sampah di wilayahnya untuk bahan dalam rapat di tingkat pusat," katanya.

img_title Sarif Kakung Minta Pemda Perkuat Koordinasi dan Komunikasi Penetapan Lahan Sawah Dilindungi

Melalui Gerakan Jateng ASRI, Pemprov mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Edukasi dan keterlibatan warga dinilai penting untuk menekan volume sampah dari hulu hingga hilir.

Selain isu darurat sampah, Ahmad Luthfi juga menyoroti kondisi garis pantai Jawa Tengah yang mencapai sekitar 920 kilometer. Ia meminta upaya penghijauan pesisir kembali digencarkan, termasuk melalui program Gerakan Mageri Segoro di 17 kabupaten/kota pesisir.

"Kami meminta program penghijauan pesisir termasuk Gerakan Mageri Segoro kembali digencarkan di 17 kabupaten/kota yang memiliki garis pantai," katanya.

Menurut dia, penanaman mangrove dan vegetasi pesisir menjadi langkah preventif untuk mengurangi risiko abrasi dan bencana lingkungan.

"Kami berharap penanaman mangrove pada Desember 2025 sudah hampir mencapai dua juta bibit sehingga pada 2026 dapat terus ditingkatkan," katanya.

Langkah ini diharapkan memperkuat komitmen Jawa Tengah dalam pengelolaan sampah, perlindungan lingkungan, dan pencapaian target zero waste 2029.