Tak Sekadar Bangun Pabrik, KEK Batang Kirim Ratusan Pekerja ke China
- Istimewa
Jateng – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, yang berada di bawah Holding BUMN Danareksa, mengungkapkan sekitar 80 persen tenaga kerja lokal asal Kabupaten Batang mendapat pelatihan jangka pendek di China. Program ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus transfer teknologi industri.
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, mengatakan skema tersebut mencerminkan model investasi berkualitas yang tengah dikembangkan di kawasan industri strategis itu.
“Investasi yang kami dorong di KEK Industropolis Batang, bukan hanya membangun fasilitas produksi tetapi juga membangun kapasitas manusia di dalamnya,” ujarnya di Batang, Rabu.
Menurut dia, pengiriman tenaga kerja lokal ke negara asal investor menjadi bukti nyata adanya alih teknologi dan berbagi pengetahuan yang berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting sebagai fondasi daya saing industri dalam jangka panjang.
Saat ini, sebagian besar kegiatan operasional perusahaan di kawasan tersebut telah dijalankan oleh tenaga kerja lokal. Namun, untuk posisi pimpinan proyek dan produksi masih dipegang tenaga kerja asing sebagai bagian dari proses transisi dan transfer keahlian.
“Ke depan, perusahaan menargetkan kemandirian penuh oleh SDM Indonesia. Program pengiriman tenaga kerja ke China ini memperkuat posisi KEK Industropolis sebagai kawasan industri strategis yang tidak hanya menarik investasi manufaktur berteknologi tetapi juga memastikan terjadinya transfer teknologi dan peningkatan daya saing SDM lokal secara berkelanjutan,” katanya.
Salah satu perusahaan yang menjalankan program tersebut adalah PT Ace Medical Products Indonesia. HRGA Manager perusahaan tersebut, Agnes Galih, menjelaskan pelatihan dilakukan langsung di fasilitas China karena sistem produksi, mesin, teknologi, bahan baku, hingga pelatih masih terpusat di negara tersebut.
“Karyawan perlu memahami proses produksi secara menyeluruh, termasuk standar operasional, sistem teknologi, serta budaya kerja dan disiplin perusahaan. Dengan demikian, saat fasilitas mulai beroperasi, mereka telah siap bekerja sesuai standar global,” katanya.
Perusahaan itu mengirimkan 156 karyawan Indonesia untuk mengikuti pelatihan intensif di Zhijiang, Hubei, China. Program pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni periode pertama pada November 2025 hingga Februari 2026 dan periode kedua pada Maret hingga Juni 2026.