Kesaksian Horor Warga Rembang: Tanah Ambles Terjadi Setiap Hari, Setiap 5 Menit Ada Gerakan
- BNPB
Jateng – Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, bergerak cepat menangani fenomena tanah ambles yang terjadi di Dusun Gobok, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat rumah warga dan satu kandang ternak mengalami kerusakan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan koordinasi lintas instansi untuk penanganan lebih lanjut.
"Data sementara, akibat fenomena tersebut empat rumah warga dan satu kandang ternak terdampak dan mengalami kerusakan bervariasi. Namun, tidak ada yang mengungsi," kata Luthfi di Rembang, Kamis 26 Februari 2026.
Dipicu Hujan Deras, Tanah Turun 62 Meter
Ia menjelaskan, fenomena tanah ambles pertama kali terjadi pada Januari 2026 dan kembali berulang pada Februari 2026. Diduga, tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir membuat struktur tanah menjadi gembur dan tidak stabil.
"Beberapa hari yang lalu intensitas hujan tinggi, membuat kontur tanah menjadi gembur. Sekitar 62 meter tanah bergerak turun ke bawah," ujarnya.
BPBD Rembang terus melakukan pemantauan lapangan secara berkala dan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rembang.
Untuk langkah darurat seperti penguatan tanggul menggunakan bronjong guna mencegah amblesan susulan, menjadi kewenangan OPD teknis terkait. Selain itu, BPBD juga mengedukasi pemerintah desa dan warga agar tetap waspada karena hujan masih kerap turun meski sudah memasuki masa pancaroba.
Kerugian Capai Rp192 Juta
Berdasarkan asesmen sementara, total kerugian akibat tanah ambles di Rembang ditaksir mencapai Rp192 juta.
Rumah milik Darto dilaporkan ambles sekitar dua meter dengan estimasi kerugian Rp90 juta. Kandang ternak milik Sukarji mengalami kerusakan senilai Rp12 juta.
Rumah Lukman Arif mengalami kerusakan pada fondasi serta retak pada dinding dengan estimasi Rp10 juta. Sementara rumah Umbarno rusak di bagian kamar mandi dan kandang dengan taksiran Rp50 juta. Adapun rumah Suwarni mengalami retak pada dinding lantai dua dengan estimasi kerugian Rp30 juta.
Sebagai bentuk dukungan selama masa tanggap darurat, lima keluarga terdampak telah menerima bantuan sembako dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang.