Tantangan Berat Tangani Banjir Demak, BNPB Ungkap Kendalanya

banjir
Sumber :
  • BNPB

Jateng – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan debit air yang masih tinggi akibat hujan deras dan rob menjadi tantangan utama dalam percepatan perbaikan tanggul jebol di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kondisi tersebut membuat proses penanganan banjir Demak belum bisa dilakukan secara maksimal.

img_title Jateng Surplus Padi 9,3 Juta Ton, Setya Ari Nugroho Dorong 3 Program Ketahanan Pangan Terukur untuk Banyumas-Cilacap

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di Jakarta, Minggu 1 Februari 2026, menjelaskan terdapat dua tanggul yang rusak akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu, yakni tanggul Sungai Cabean dan Sungai Tuntang di Demak.

BNPB mengonfirmasi progres penutupan tanggul Sungai Cabean telah mencapai sekitar 70 persen di titik kiri dan 80 persen di titik kanan yang masih dalam tahap penguatan. Sementara itu, penanganan tanggul Sungai Tuntang di sejumlah lokasi masih tertunda karena debit air yang belum surut, meski sebagian titik sudah berhasil ditutup dan diperkuat.

img_title Sarif Kakung Minta Pemda Perkuat Koordinasi dan Komunikasi Penetapan Lahan Sawah Dilindungi

"Upaya lanjutan yang dilakukan meliputi penguatan tanggul, normalisasi saluran sekunder, pemasangan jaring penahan sampah di Sipon Gajah, serta pembersihan saluran menggunakan alat berat. Seluruh kegiatan dikoordinasikan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak," kata dia yang dikutip dari Antara.

Belum Sepenuh Rampung

img_title 2.681 Perpustakaan di Jateng Sudah Terakreditasi

Menurut Abdul, perbaikan tanggul yang belum sepenuhnya rampung ditambah cuaca yang masih sering diguyur hujan deras berdurasi panjang menyebabkan sejumlah wilayah di Demak hingga kini masih tergenang banjir.

Berdasarkan data BNPB, terdapat lima desa di Kecamatan Sayung yang masih terendam dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter. Banjir tersebut telah berlangsung sejak Senin (16/2) pukul 03.30 WIB, dipicu hujan berintensitas tinggi.

"Kondisi tersebut dipengaruhi karakter wilayah yang berupa cekungan serta tingginya air rob sehingga aliran air menuju Sungai Dombo belum optimal dan masih menggenangi permukiman warga serta akses jalan," kata dia.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta segera melaporkan kejadian bencana melalui saluran resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Percepatan perbaikan tanggul Demak dan penanganan banjir di Kecamatan Sayung menjadi fokus utama pemerintah guna meminimalkan dampak genangan yang berkepanjangan terhadap permukiman warga dan infrastruktur jalan.