Setya Arinugroho Dorong Pekerja Sektor Informal Masuk Prioritas Penerima Mudik Gratis Jateng

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Penyelenggaran program Mudik Gratis Lebaran 2026 oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah kini telah memasuki tahap verifikasi peserta. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menekankan proses seleksi dengan mekanisme yang akuntabel agar tepat sasaran.

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

Dengan adanya pengurangan kuota tahun ini, prioritas penerima program benar-benar harus sesuai dengan kriteria kondisi ekonomi kurang mampu. 

“Kami menekankan pada Pemprov Jawa Tengah untuk lebih selektif dalam menetapkan penerima program mudik gratis (tahun ini) supaya tepat sasaran. Dengan begitu, manfaat program bisa dioptimalkan bagi mereka yang memang dalam kondisi keuangan yang kurang mampu,” ujar Ari.

img_title Krisis Air Bersih Mengintai Jawa Tengah, Legislator Dorong Konservasi Hutan Skala Besar

Lebih lanjut, Ari juga menyoroti pekerja sektor informal yang dinilai jadi salah satu kriteria penerima manfaat. Sektor informal ini meliputi pedagang kaki lima, asisten rumah tangga, ojek online, pekerja serabutan, dan buruh lepas yang penghasilannya tidak tetap.

Anggaran untuk mudik tentu menjadi beban finansial yang cukup signifikan. Kondisi tersebut jauh berbeda dirasakan dengan pekerja sektor formal yang mendapat kepastian Tunjangan Hari Raya (THR) yang bisa digunakan untuk mendukung akomodasi mudik.

img_title Sarif Kakung Ajak Pemerintah Daerah Perbaiki Tata Kelola Sampah

Ari berharap, prioritas yang diberikan kepada pekerja sektor informal dapat memberi kesempatan bagi para penerima untuk menjaga tradisi silaturahim lebaran tanpa khawatir kondisi finansial.

Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Arinugraho

Photo :
  • Istimewa

“Pekerja sektor informal cukup mendominasi. Harapannya, aspek ini bisa jadi salah satu kriteria bagi Pemprov dalam memilih target penerima Mudik Gratis 2026. Saya rasa dengan begitu manfaatnya lebih dirasakan secara luas,” terang Ari.

Sebagai kelompok yang rawan terhadap naik-turunnya kondisi ekonomi dan diskriminasi, melalui langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan sosial di wilayah Jawa Tengah.

Tak cukup sampai disitu, wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut juga mempertimbangkan kemudahan akses bagi para calon penerima manfaat. Informasi dan petunjuk harus disampaikan secara jelas untuk menjawab kebutuhan penerima.

Selain itu, kondisi keselamatan selama mudik dan balik juga harus menjadi diperhatikan, seperti ketersediaan armada, fasilitas dan kondisi armada, hingga kelaikan jalan dan lalu lintas selama mudik.

Halaman Selanjutnya
img_title