Viral Kepala SD di Salatiga Marah Usai Temukan Jeruk Busuk dan Sekrup pada Paket MBG Murid

Ilustrasi jeruk
Sumber :
  • (rawpixel.com)

Jateng –Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah dasar di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), mendadak menjadi sorotan publik di media sosial. Kemarahan seorang kepala sekolah terhadap kualitas paket makanan yang diterima para siswanya terekam dalam sebuah video dan viral.

img_title Komisi E DPRD Jateng Usulkan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal demi Jamin Kesejahteraan Warga

Menurut informasi sejumlah sumber, insiden ini terjadi di SD Negeri 05 Dukuh. Sang Kepala Sekolah, Jumarti, melontarkan protes keras kepada pihak penyedia dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Kemarahannya dipicu oleh dugaan temuan beberapa masalah dalam paket makanan siswa, mulai dari buah jeruk yang tidak layak konsumsi hingga keberadaan benda asing.

Dalam video yang beredar di media sosial, Rabu (4/3/2026), Jumarti dengan lantang mengembalikan paket makanan yang dinilainya bermasalah. "Ini tolong dikembalikan lagi, saya tidak mau terima," tegasnya dalam rekaman tersebut.

img_title Setya Arinugroho Desak Transparansi Data DTSEN dan Perketat Validasi Penerima KIP Kuliah

Tak hanya soal jeruk dan benda asing, Jumarti juga menyoroti kualitas menu secara keseluruhan. Ia mempertanyakan pengawasan dari ahli gizi terkait kelayakan konsumsi makanan tersebut. "Ahli Gizi mana, coba lihat ada sekrup, ada seperti ini, ini sudah telak jelek," ujarnya dengan nada tinggi.

Pertanyaan Kritis Soal Harga Roti

img_title Isu Penutupan Prodi Jadi Alarm Keras Ketidaksinkronan Kampus dan Pasar Kerja

Lebih lanjut, dalam kesempatan yang sama, Jumarti mengungkapkan temuannya terkait dugaan kejanggalan harga salah satu item makanan, yaitu roti. Ia mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke pabrik roti untuk membandingkan harga.

"Saya tanyakan harga roti ini ke pabriknya secara langsung di Sarirejo, di sana Rp750," papar Jumarti. Ia kemudian menyoroti selisih yang mencolok dengan harga yang tercantum dalam paket MBG. "Ini Rp3.500 di MBG tapi di Sarirejo Rp750, kemana sisanya?" imbuhnya mempertanyakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG terkait insiden yang telah viral tersebut. Namun demikian, pihak sekolah memastikan bahwa ini bukan kali pertama mereka memberikan masukan. Berulang kali mereka telah menyampaikan evaluasi kepada pengelola dapur MBG di Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, agar kejadian serupa tidak terulang.

Pihak sekolah menegaskan bahwa langkah tegas ini semata-mata bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan sebagai upaya mendorong perbaikan sistem dan pengawasan dalam penyediaan paket MBG di Salatiga agar lebih baik ke depannya.