Viral Sindiran Pedas Seniman Kebumen untuk Jalanan Berlubang: Ini Bukan Jelek, Tapi Karya Seni, Pak!

Ilutrasi jalan, desa, pemandangan
Sumber :
  • (Freepik)

Jateng – Media sosial kembali dihebohkan oleh keluhan soal infrastruktur, namun kali ini disampaikan dengan cara yang berbeda. Seorang seniman asal Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), menuai perhatian warganet setelah video sindirannya tentang jalanan rusak di daerahnya menjadi viral, Senin (2/3) malam.

img_title Kemantapan Jalan, Kunci Percepatan Konektivitas dan Pembangunan di Jateng

Alih-alih marah, pria yang dikenal sebagai Lega Uda ini justru menyindir dengan gaya jenaka melalui akun TikTok pribadinya, @legauda_. Video yang telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali itu merupakan respons terhadap unggahan viral lain yang memuji pengaspalan jalan berlapis di Jawa Barat. Dalam keterangan videonya, ia menulis kalimat mencolok: "Jalan Kebumen bukan rusak, tapi art!"

Video dimulai dengan cuplikan warga Jawa Barat yang memamerkan aspal mulus sambil memuji Gubernur mereka, Dedi Mulyadi. Menanggapinya, Lega Uda muncul dengan gaya khasnya.

img_title Jadikan Orientasi Sektor Pembangunan Pariwisata ke Arah Ekonomi Warga

"Kenalin pak saya Lega Uda dari Kebumen, Jawa Tengah. Saya cuma mau bilang kondisi jalan yang bapak tunjukkan itu mainstream, karena kondisi jalan aspal saya di Kebumen itu udah di another level, anti mainstream," ujarnya sambil memperlihatkan beberapa ruas jalan di Kebumen yang penuh lubang dan permukaan tidak rata.

Puncak sindirannya adalah ketika ia membalik persepsi negatif tentang jalan rusak menjadi sesuatu yang bernilai seni.

img_title Komisi E DPRD Jateng Usulkan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal demi Jamin Kesejahteraan Warga

"Kalau Bapak mengira jalan di tempat saya atau Kebumen ini jelek, enggak Pak. Jalannya tuh nggak jelek, tapi berkarakter, Pak," imbuhnya dengan nada percaya diri.

Lebih jauh, ia berbagi pengalaman pribadi yang ironis untuk memperkuat argumentasinya. "Waktu zaman sekolah saya pernah jatuh dari motor karena lubang di jalan, dan sampai sekarang lubangnya masih ada," ceritanya. Ia bahkan menyebut lubang tersebut sebagai "bagian dasar konsep estetika desainnya."

"Itu adalah art Pak, seni, karya. Bahkan kalau seandainya Daendels masih hidup terus datang ke Kebumen pasti dia bilang, ‘Wow, masterpiece!’" tuturnya, menyandingkan kondisi jalan saat ini dengan warisan Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang terkenal dengan pembangunan Jalan Raya Pos (Grote Postweg) di Jawa pada abad ke-19.

Sindiran kreatif ini pun mendapat respons resmi dari Pemerintah Kabupaten Kebumen. Bupati Lilis Nuryani, melalui laman resmi Pemkab, menyatakan bahwa sejumlah ruas jalan rusak berat telah diperbaiki secara permanen. Ia juga menjanjikan pengerjaan perbaikan di titik-titik lainnya akan segera dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang.