MBG Dongkrak Permintaan Pangan Lokal, Hasil Perikanan Warga Pati Terserap Maksimal

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong peningkatan permintaan bahan pangan lokal.
Sumber :
  • IST

Jateng – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong peningkatan permintaan bahan pangan lokal. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sektor perikanan terdongkrak, dengan hasil budidaya lele, bandeng, dan nila masyarakat yang semakin terserap oleh dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

img_title Jadikan Orientasi Sektor Pembangunan Pariwisata ke Arah Ekonomi Warga

Meningkatnya jumlah dapur MBG yang beroperasi juga memperbesar kebutuhan bahan baku pangan secara konsisten. Hal ini memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi di masyarakat.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyebut sektor perikanan menjadi salah satu yang paling merasakan dampak positif dari program ini.  “Dengan adanya program ini banyak UMKM terbantu. Kami juga menyarankan SPPG untuk membeli produk-produk UMKM atau pun pedagang di Kabupaten Pati. Dan ternyata banyak sekali manfaatnya,” ujarnya.

img_title BUMD di Jateng harus Berinovasi untuk Pembangunan Daerah

Menurut Risma, permintaan dari dapur MBG membuat hasil budidaya masyarakat terserap lebih maksimal, sekaligus mendorong stabilitas bahkan kenaikan harga komoditas. Ia mencontohkan harga ikan lele di tingkat pembudidaya yang dulunya di bawah Rp20 ribu, setelah ada MBG harganya terus naik. Termasuk ikan-ikan budidaya tambak seperti bandeng.

“Harganya sudah bagus. Ini bukti bahwa UMKM di Kabupaten Pati dengan program ini mendapatkan manfaat yang luar biasa,” tambahnya.

img_title Komisi E DPRD Jateng Usulkan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal demi Jamin Kesejahteraan Warga

Dengan adanya permintaan yang stabil dari dapur MBG, Risma menambahkan, pelaku usaha perikanan kini memiliki kepastian pasar. Kondisi ini mendorong peningkatan produksi budidaya lele, bandeng, dan nila oleh masyarakat, sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Pati pun mendukung penuh implementasi program ini dengan terus mengintensifkan pengawasan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke dapur-dapur SPPG.

Dalam rangka memastikan kualitas pelaksanaan di lapangan, Risma pun turun langsung meninjau operasional SPPG Ketitang Wetan I, Kecamatan Batangan, sejak dini hari. “Kami persiapan jam 5 pagi sidak di SPPG Ketitang Wetan I Kecamatan Batangan Kabupaten Pati ini milik Yayasan Mosya Selalu Berkah,” ujar Risma.

Ia menjelaskan, dapur tersebut menjadi salah satu unit percontohan di Kabupaten Pati dengan fasilitas yang telah memenuhi standar. Dalam kunjungannya, ia juga mencicipi langsung menu yang disajikan kepada penerima manfaat.

Halaman Selanjutnya
img_title