Atasi Kekeringan, BPBD Jateng Salurkan 654 Ribu Liter Air Bersih

Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Musim kemarau 2026 mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mulai menggelontorkan bantuan air bersih, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah terdampak kekeringan.

img_title Krisis Air Bersih Mengintai Jawa Tengah, Legislator Dorong Konservasi Hutan Skala Besar

Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, seluruh kabupaten/kota telah menyiapkan dukungan logistik air bersih, sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun ini. Berdasarkan data yang dihimpun BPBD, total ketersediaan air bersih yang disiapkan pemerintah daerah mencapai sekitar 123 juta liter.

“Sudah disiapkan dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Dari hasil data yang kami terima, daerah kabupaten/ kota sudah menyiapkan secara totalitas sebanyak 123 juta liter air bersih,” kata Bergas.

img_title Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus-September, BMKG Ungkap Strategi Jaga Waduk Tetap Aman

Data BPBD Jateng per 24 Juni 2026 menunjukkan, distribusi air bersih sudah mulai berjalan di sejumlah daerah. Total sebanyak 654 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada warga terdampak di 6 kabupaten/kota, mencakup 7 kecamatan dan 11 desa. Bantuan tersebut telah menjangkau 4.808 kepala keluarga atau 16.258 jiwa.

Ditsmbahkan, Kabupaten Klaten menjadi daerah dengan distribusi terbesar, yakni sekitar 553 ribu liter, disusul Purbalingga 30 ribu liter, Banjarnegara 26 ribu liter, Cilacap 20 ribu liter, Jepara 20 ribu liter, dan Purworejo 5 ribu liter.

img_title Di Tengah Kemarau, BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengancam di Beberapa Daerah

Dari sisi wilayah terdampak, Purbalingga dan Klaten masing-masing mencatat tiga desa mengalami kekeringan. Sementara Banjarnegara dua desa, serta Jepara, Purworejo, dan Cilacap masing-masing satu desa.

Selain penyaluran air bersih, sejumlah daerah juga telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Hingga akhir Juni 2026, terdapat delapan daerah yang telah menetapkan status tersebut, yakni Kabupaten Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, serta Kota Tegal dan Kota Salatiga.

Menurut Bergas, potensi kekeringan tahun ini diperkirakan mengancam sedikitnya 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah, meliputi Demak, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Sragen, Brebes, Tegal, Pemalang, Boyolali, Kabupaten Semarang, Cilacap, Purbalingga, Purworejo, Klaten, Jepara, dan Banjarnegara.

Meski sempat muncul kekhawatiran terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi memengaruhi biaya operasional distribusi air bersih, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, Bergas memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Halaman Selanjutnya
img_title