Musim Kemarau Tekan Pasokan Air Bersih Temanggung, 54 Ribu Pelanggan Diminta Waspada
- VIVAnews/Fajar Sodiq
Jateng – Dampak musim kemarau mulai dirasakan pada pasokan air bersih di Kabupaten Temanggung. Perumda Air Minum Tirta Agung mencatat penurunan debit hampir di seluruh sumber mata air yang menjadi andalan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Hasil evaluasi selama Januari hingga Juli 2026 menunjukkan rata-rata debit sumber mata air mengalami penurunan sekitar 8 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Bahkan, di beberapa titik, penurunannya mencapai lebih dari 20 persen.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Agung Temanggung, Rinto Adhi Utomo, mengatakan penurunan debit terjadi di hampir seluruh sumber mata air yang dimanfaatkan perusahaan.
"Sampai evaluasi Januari-Juli 2026, rata-rata persentase penurunan debit sekitar 8 persen. Penurunannya bervariasi, paling rendah sekitar 4 persen dan yang tertinggi mencapai 21 persen," ujarnya di Temanggung, Kamis 30 Juli 2026.
Dari total 20 sumber mata air yang dikelola Perumda, kawasan Pringapus, Kecamatan Ngadirejo, menjadi lokasi dengan penurunan debit paling signifikan. Kondisi tersebut berdampak pada suplai air untuk wilayah pelayanan Jumo karena debit di sumber tersebut menyusut hingga 21 persen.
Berkurangnya debit air baku juga mulai memengaruhi kelancaran distribusi air bersih di sejumlah wilayah. Meski demikian, Perumda memastikan belum menerapkan sistem penggiliran distribusi air kepada pelanggan.
"Kalau gangguan aliran memang ada. Karena debit berkurang, terutama di titik yang penurunannya cukup besar. Tetapi sampai sekarang belum sampai pada tahap penggiliran," kata Rinto.
Saat ini, Perumda Air Minum Tirta Agung melayani sekitar 54 ribu pelanggan di Kabupaten Temanggung. Total kebutuhan air pelanggan mencapai rata-rata sekitar satu juta meter kubik setiap bulan, dengan konsumsi sekitar 18,5 meter kubik per sambungan rumah (SR).
Untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang berpotensi semakin panjang, Perumda mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan air. Edukasi mengenai penghematan air juga terus disampaikan melalui berbagai kanal media sosial perusahaan.
"Kami sudah membuat konten edukasi melalui media sosial. Kalau air mengalir, digunakan secukupnya. Jangan ketika air sedang mengalir kemudian dibiarkan begitu saja. Kami mengajak masyarakat untuk lebih menghemat pemakaian," tutur Rinto yang dikutip dari Antara.