7 Tokoh Jateng Diajukan Jadi Calon Pahlawan, Pemprov Tegaskan Itu Usulan Masyarakat

Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Isriadi Widodo
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Tujuh tokoh asal Jawa Tengah diusulkan menjadi calon Pahlawan Nasional pada 2026 ini. Dua di antaranya yakni KH Sholeh Darat dari Kota Semarang dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas.

img_title PKS Jateng Tembus Kabut Asap Kalteng: Gelar Salat Istisqa hingga Buka Rumah Oksigen

Selain dua nama tersebut, Pemprov Jateng juga kembali meneruskan lima nama yang sebelumnya telah diusulkan tetapi belum mendapatkan persetujuan Presiden.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan, dua nama tersebut berdasarkan usulan dari masyarakat.

img_title Waspada, Jateng Catat 615 Kebakaran hingga Agustus

Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Isriadi Widodo mengatakan, pengusulan gelar Pahlawan Nasional dilakukan secara berjenjang. Usulan masyarakat terlebih dahulu dikaji di tingkat daerah, sebelum diteruskan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

“Jawa Tengah untuk yang diusulkan di tahun 2026 itu sebenarnya dua, KH Sholeh Darat dari Kota Semarang, dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas,” kata Isriadi.

img_title Sensus Ekonomi 2026 Hampir Selesai, Setya Arinugroho Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Besar

Untuk Raden Mas Margono Djojohadikusumo, usulan berasal dari Seruan Eling Banyumasan, sebuah paguyuban masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan Banyumas. Usulan tersebut telah disampaikan sejak Maret 2025. Setelah melalui proses evaluasi dan melengkapi sejumlah persyaratan di tingkat provinsi, rekomendasi Gubernur Jawa Tengah kemudian diteruskan kepada Kementerian Sosial pada 6 April 2026.

Menurut Isriadi, Margono memiliki jasa besar dalam bidang perekonomian pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Dia dikenal sebagai tokoh yang berperan dalam pendirian Bank Negara Indonesia (BNI) pada awal kemerdekaan.

“Yang utama memang beliau pendiri bank pertama nasional Republik Indonesia di awal kemerdekaan. Tentunya itu berdampak ekonomi yang sangat membantu dengan keberadaan BNI, sehingga sampai sekarang juga masih eksis dan cukup besar,” ujarnya.

Selain kiprahnya dalam bidang ekonomi, Margono juga tercatat sebagai anggota BPUPKI, dan pernah menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada masa awal kemerdekaan. Dia juga disebut berperan dalam sejumlah perundingan penting pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk Perjanjian Roem-Roijen dan Konferensi Meja Bundar.

Terkait munculnya anggapan bahwa pengusulan Margono berkaitan dengan Presiden RI Prabowo Subianto, Isriadi menegaskan, usulan tersebut didasarkan pada jasa dan karya tokoh yang bersangkutan.

“Kalau momennya pas pada saat Pak Prabowo jadi presiden, ya mungkin kebetulan saja. Yang jelas, dari pengusul memang ada jasa-jasa beliau yang perlu diangkat,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title