Benarkah Minum Kopi jadi Penyelamat dari Kematiaan Akibat Duduk Terlalu Lama? Begini Penjelasannya
- (KamranAydinov/Freepik)
Jateng – Risiko kesehatan akibat terlalu lama duduk ternyata mungkin bisa dimitigasi dengan secangkir kopi. Temuan dari sebuah studi terbaru yang terbit di jurnal BMC Public Health mengindikasikan bahwa mengonsumsi kopi dapat mengurangi risiko kematian yang terkait dengan kebiasaan sedentari atau kurang bergerak.
Menurut laporan Antara yang melansir Medical Daily, Jumat (23/6/2026), penelitian ini menganalisis data dari lebih dari 10 ribu orang di Amerika Serikat yang bersumber dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), dengan periode tindak lanjut selama sekitar 13 tahun. Studi ini bertujuan meneliti korelasi antara durasi duduk harian (dikategorikan kurang dari 4 jam, 4-6 jam, 6-8 jam, dan lebih dari 8 jam) dengan tingkat konsumsi kopi.
Hasilnya menunjukkan bahwa partisipan yang duduk lebih dari 8 jam per hari menghadapi peningkatan risiko kematian dari semua penyebab sebesar 46%, dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 79%, dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari 4 jam.
Namun, temuan menarik muncul pada kelompok peminum kopi. Pada peserta yang duduk lebih dari 6 jam setiap hari tetapi tidak minum kopi, risiko kematian akibat semua penyebab meningkat 1,6 kali lipat. Sebaliknya, peminum kopi menunjukkan penurunan risiko kematian secara keseluruhan sebesar 33% dan risiko kematian kardiovaskular 54% lebih rendah dibandingkan non-peminum kopi.
Studi ini juga mencatat bahwa peningkatan risiko kematian akibat duduk terlalu lama hanya signifikan terjadi pada mereka yang tidak mengonsumsi kopi. Meski mekanisme pastinya belum sepenuhnya terungkap, peneliti menyimpulkan adanya efek perlindungan dari konsumsi kopi.
"Secara keseluruhan, perilaku kurang gerak telah terbukti meningkatkan risiko semua penyebab dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, konsumsi kopi telah diamati mengurangi risiko tersebut,” kata peneliti.