Gelar FGD, Kampus Vokasi Gandeng KEK Tembakau Wujudkan 'Emas Hijau' dan Kemandirian Petani

KEK Madura
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Seminar Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Komunitas Muda Madura (KAMURA) di Politeknik Negeri Madura (POLTERA), Sampang, tidak hanya membahas tata niaga tembakau, tetapi juga masa depan inovasi teknologi dan diversifikasi produk turunan tembakau dalam kerangka Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.

img_title 85 Ribu Pekerja Dapat BLT Cukai Tembakau Rp 51 Miliar

Acara yang menjadi bagian dari rangkaian FGD penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura itu menghadirkan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, anggota DPR RI Eric Hermawan, Direktur POLTERA Laily Ulfiyah Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Hamka perwakilan Dinas Pertanian Sampang, HIPMI, para ulama, perwakilan petani, BEM se-Sampang, serta mahasiswa POLTERA.

Direktur POLTERA, Laily Ulfiyah, menegaskan bahwa seluruh inovasi yang lahir di kampus vokasi tersebut berangkat dari persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.

img_title Presiden Prabowo Sapa Massa Aksi Damai, Tani Merdeka & APPSI Suarakan Dukungan Ekonomi Kerakyatan

“Semua inovasi ini lahir dari masalah nyata dan ditransformasi menjadi solusi yang berdampak,” ujarnya.

Menurut Laily, KEK Tembakau Madura hanya akan berhasil bila dibangun di atas ekosistem berbasis teknologi yang mampu mengolah potensi lokal menjadi nilai tambah ekonomi.

img_title Dukung Tona Sian Huta, Lamhot Sinaga Tegaskan Budaya Jadi Nafas Utama Pariwisata

“KEK membutuhkan ekosistem berbasis teknologi agar mampu mengolah potensi lokal menjadi nilai tambah. Dalam konteks tembakau, Poltera siap menjadi mitra strategis dalam tiga tahap utama: mulai hulu dan budidaya, hilir pengeringan dan pengolahan, hingga industrialisasi dan rantai nilai KEK,” jelasnya.

Ia menegaskan, POLTERA siap diposisikan sebagai pusat inovasi teknologi KEK, dengan cara terus mencari masalah di lapangan, menganalisisnya secara ilmiah, lalu menghasilkan solusi berbasis teknologi tepat guna.

“Saya berharap FGD ini mampu merumuskan langkah konkret bagi pengembangan ekosistem teknologi tembakau di Madura melalui KEK. Poltera selalu membuka pintu kolaborasi untuk semua pihak,” kata Laily menutup pernyataannya.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Hamka, menempatkan tema diversifikasi tembakau sebagai kunci kemandirian ekonomi petani.

“Yang kita lihat adalah bagaimana mengoptimalkan potensi tembakau melalui produk turunan tembakau non rokok. Kita ingin petani mampu mandiri dengan mendiversifikasi tanaman tembakau agar memberi nilai tambah ekonomi bagi mereka,” jelasnya.

Hamka memaparkan bahwa secara historis tembakau sejak era kolonial merupakan tanaman unggulan dengan kontribusi ekonomi yang luar biasa. Ia merujuk data BPS 2023 yang mencatat sektor tembakau menyumbang sekitar Rp213 triliun kepada negara, dengan produksi mencapai 238.800 ton, dan sekitar 6 juta orang menggantungkan hidup pada industri rokok dan tembakau.

Halaman Selanjutnya
img_title