Dahsyatnya Banjir Aceh, Jenazah yang Dikubur Terangkat Terbawa Arus hingga Masuk Rumah Warga
- BPBD Kabupaten Aceh Selatan.
Seorang warga di Kecamatan Idi Rayeuk, menemukan jenazah yang telah dikubur sebelumnya, terangkat dari pemakamannya dan terbawa arus hingga masuk ke rumah.
"Saya tidak menyangka melihat pemandangan seperti itu. Setelah banjir surut, pemilik rumah mulai membersihkan halaman. Ternyata ada mayat yang terseret masuk ke rumah," kata Sapri warga Aceh Timur di Aceh Timur, Senin (1/12/2025).
Penemuan jenazah tersebut setelah genangan surut dan warga mulai membersihkan lumpur serta puing yang menumpuk di depan rumah pada Minggu (30/11/2025). Awalnya, pemilik rumah mengira tumpukan kain di dalam rumahnya, sebelum akhirnya ia menyadari bahwa itu adalah jenazah yang telah terbungkus kain kafan.
Setelah diketahui, warga setempat mencari tahu identitas jenazah tersebut, hingga akhirnya ada keluarga yang mengaku mayat tersebut merupakan ibunya yang sudah meninggal satu tahun lalu, tetapi kondisinya masih utuh.
"Bukan hanya itu, didaerah itu juga ditemukan mayat lagi mayat yang sudah dikubur terangkat dibawa arus banjir. Mayat yang sudah terbungkus kain kafan tersebut tersangkut di tiang," kata Sapri dikutip dari Antara.
Sejumlah insiden tragis lainnya juga terjadi di Aceh Timur termasuk kejadian di mana satu keluarga terdiri lima orang meninggal dunia saat berusaha menerobos banjir untuk mencapai lokasi pengungsian di Kecamatan Madat, Aceh Timur.
Kendaraan yang mereka tumpangi terseret arus kuat, dan upaya penyelamatan yang dilakukan warga sekitar tidak dapat mengimbangi derasnya air.
"Arusnya sangat kuat dan datang tiba-tiba. Kami melihat mobil itu terguling beberapa kali sebelum hilang terbawa arus," ujar Herawati, saksi mata.
Selain itu, ada pula warga yang terjebak di atap rumah, menunggu pertolongan selama lebih dari 24 jam. Beberapa di antaranya ditemukan dalam kondisi selamat, namun tak sedikit pula yang tidak berhasil bertahan akibat kelelahan, hipotermia, atau terseret banjir saat menunggu bantuan.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memperkirakan korban jiwa mencapai 30 orang lebih. Korban jiwa yang banyak meninggal dunia di Kecamatan Pante Bidari.
"Kemarin juga dua korban telah dievakuasi, serta di Peureulak Barat juga telah ditemukan yang sebelumnya hilang terseret arus saat menyelamatkan korban lainnya," kata Iskandar.