Jumlah Terkini Korban Meninggal Bencana Aceh- Sumut-Sumbar: Capai  962 Jiwa, Terbanyak di Aceh

Bencana alam
Sumber :
  • BNPB

Jateng – Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus menimbulkan duka mendalam. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikutip Selasa pagi (9/12/2025) menunjukkan total korban meninggal dunia telah mencapai 962 jiwa.

img_title Anggaran Pencegahan Minim, BNPB Cari Sumber Lewat Pinjaman Luar Negeri

​Selain ratusan korban jiwa, BNPB juga mencatat sebanyak 291 orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian. Sementara itu, jumlah korban luka-luka akibat bencana ini tercatat sebanyak 5.000 orang. Tim gabungan SAR di lapangan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban yang hilang.

​Dari data itu disebutkan Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal paling tinggi, yakni 389 jiwa, disusul oleh Sumatera Utara dengan 338 jiwa, dan Sumatera Barat dengan 235 jiwa.

img_title Sekolah Aktif, Listrik Nyala, Mendagri Sebut Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Kembali Normal

​Angka korban hilang juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan di masing-masing provinsi, ​Aceh sebanyak 62 orang hilang, Sumatera Utara 136 orang, dan ​Sumatera Barat 93 orang hilang.

Adapun tiga daerah dengan korban meninggal terbanyak adalah Kabupaten Agam (180 jiwa), Kabupaten Aceh Utara (138 jiwa), dan Tapanuli Selatan (110 jiwa).

img_title Viral Gunungan Kayu Misterius di Pantai Tegal, Ada Respons Warganet Geram

​Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa upaya penanganan terus difokuskan, terutama untuk operasi pencarian dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

​"Tim akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin, seoptimal mungkin, seefektif mungkin, agar jumlah korban yang masih hilang bisa kita minimalkan," ujar Abdul Muhari, Selasa (9/12/2025), 

Abdul Muhari juga menyatakan, selain fokus pada pencarian korban, prioritas saat ini adalah memastikan distribusi logistik di posko utama berjalan lancar. 

"Tentu saja ini menjadi tugas kami di posko utama untuk terus mengoptimalkan distribusi logistik agar saudara-saudara kita di pengungsian terpenuhi kebutuhan dasar permakanan maupun non-permakanan," tegasnya. 

Dia juga menyebut bahwa dengan mulai terbukanya akses darat di beberapa lokasi, posko gabungan kini dapat memperbaharui data pengungsi yang saat ini dilaporkan telah melampaui 1 juta jiwa.