Ajak Jajaran Perkuat Integritas, Wamentan Sudaryono: Korupsi Adalah Extraordinary Crime!
- Istimewa
Jateng – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat kewaspadaan serta meningkatkan budaya saling mengingatkan guna mencegah praktik korupsi. Ia menegaskan bahwa korupsi merupakan extraordinary crime atau kejahatan luar biasa yang merusak berbagai sendi kehidupan masyarakat
Hal tersebut disampaikan Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Menurutnya, Hakordia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum global yang lahir dari kesepakatan lebih dari 100 negara
“Ada lebih dari 100 negara tahun 2003, berkumpul kemudian menyempakati bahwa korupsi adalah extraordinary crime. Jadi korupsi adalah extraordinary crime yang harus disikapi oleh banyak negara,” kata Wamentan Sudaryono.
Wamentan Sudaryono menjelaskan bahwa sejumlah negara maju kini bahkan memperingati hari antikorupsi secara lebih sederhana karena indeks antikorupsinya sudah sangat baik. Ia berharap Kementan terus konsisten meningkatkan upaya pencegahan serta memperbaiki tata kelola agar bebas dari praktik korupsi.
“Kita terus pacu, baik itu dari sisi pencegahan khususnya. Kita berharap dari sisi pencegahan bisa sangat maksimal sehingga betul-betul korupsi itu tidak ada di lingkungan kita. Di lingkungan yang paling kecil, di tempat kita bekerja tidak ada lagi praktik-praktik korupsi,” tegasnya.
Wamentan Sudaryono menyampaikan bahwa indeks antikorupsi di Kementan saat ini menunjukkan tren yang terus membaik.
“So far perbaikan, mengalami perbaikan yang baik. Hanya memang masih perlu untuk lebih ditingkatkan. Saya memiliki target bahwa ke depan Kementerian Pertanian harus juara anti korupsi dibanding dengan Kementerian lain,” sebutnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa integritas bukan sekadar slogan yang ditempel di kantor, melainkan harus tertanam dalam diri setiap pegawai.
“Di kantor-kantor itu sering ada tulisannya ‘kawasan berintegritas’, ‘kawasan antikorupsi’. Bukan berarti kemudian di kawasan itu saja kita tidak melakukan kegiatan tercela itu, bukan kemudian pindah tempat, salah. Yang dimaksud bukan tempatnya, tapi di hatinya Bapak Ibu semua,” tuturnya.
Wamentan yang merupakan anak petani dari Grobogan, Jawa Tengah ini mengajak seluruh pegawai Kementan untuk berkaca pada kasus-kasus yang muncul di televisi, sebagai pengingat agar tidak terjerumus.