Jangan Sampai Terlambat! 4 Fakta Penyesalan Kematian yang Dicatat Al-Qur'an, Nomor 2 Tentang Teman
- (ilustrasi/moslemforall.com)
Jateng – Ada sebuah kepastian yang sering kita lupakan di tengah hiruk pikuk dunia: kematian. Ia adalah batas yang memisahkan kita dari kesempatan beramal.
Bagi orang-orang yang beruntung, ia adalah pintu menuju kebahagiaan abadi. Namun, bagi sebagian besar—bagi mereka yang lalai—ia adalah awal dari penyesalan yang tak bertepi, ratapan yang takkan didengar.
Dunia ini adalah ladang, dan akhirat adalah masa panen. Ketika panen tiba, bagi yang menanam kebaikan, mereka tinggal memetik buahnya. Tetapi, bagi yang menyemai kelalaian, penyesalan itu datang dalam bentuk permohonan yang mustahil dikabulkan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an, melukiskan pemandangan ini dengan sangat jelas, sebuah isyarat cinta agar kita bersegera sebelum pintu itu tertutup
"Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. Al-Mu'minun: 99-100)
Sungguh, penyesalan terbesar bukanlah tentang harta yang hilang atau ambisi yang tak tercapai, melainkan tentang waktu yang terbuang dan amal yang terlewat. Mereka yang wafat ingin kembali, bukan untuk menikmati dunia, melainkan hanya untuk satu hal: beramal saleh.
Penyesalan Pertama: Melalaikan Sedekah
Tahukah Anda, amal apakah yang paling diinginkan oleh orang yang telah meninggal untuk dilakukan jika mereka diberi kesempatan hidup sesaat lagi? Bukan shalat lima waktu (meskipun itu utama), bukan puasa wajib, tetapi sedekah.
Ini tertulis jelas dalam firman-Nya:
"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), 'Ya Tuhanku, sekiranya Engkau menunda (kematian)ku sebentar saja, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh'." (QS. Al-Munafiqun: 10)
Mengapa sedekah? Karena sedekah adalah jembatan yang kekal, amal yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah jasad terkubur.
Di alam barzakh, mereka menyaksikan betapa dahsyatnya manfaat sebutir sedekah, dan betapa menyesalnya mereka menggenggam erat harta yang akhirnya ditinggalkan. Mereka menyesal tidak mendermakan, padahal kesempatan itu begitu lapang.