Natal Bersama di Kemenag Jadi Sorotan, Ini Klarifikasi dari Wamenag

Menag Nasaruddin Umar dan Wamenag M Syafii di DPR RI
Sumber :
  • Kemenag

Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa kegiatan Natal Bersama Kementerian Agama (Kemenag) yang akan digelar merupakan perayaan umat Kristen dan Katolik, bukan perayaan lintas agama seperti yang ramai diperbincangkan di masyarakat.

img_title Kapan Idul Fitri 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat Kemenag 19 Maret

Penegasan tersebut disampaikan Wamenag untuk meluruskan berbagai respons publik terkait isu Natal Bersama Kemenag. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak melibatkan seluruh pemeluk agama di lingkungan Kemenag.

“Terkait isu Natal Bersama, perlu kami tegaskan bahwa yang dimaksud adalah perayaan Natal bersama umat Kristen dan Katolik. Kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai perayaan lintas agama,” ujar Romo Muhammad Syafi’i di Jakarta, Senin (15/12/2025).

img_title Tak Mau Asal-asalan, Menag Targetkan Standar Nasional Belajar Al Quran

Menurut Wamenag, klarifikasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ia memastikan penyelenggaraan Natal tetap sejalan dengan kebijakan nasional tentang toleransi dan moderasi beragama, serta menghormati batas ajaran dan tradisi masing-masing agama.

Wamenag menjelaskan, Natal Bersama Kemenag akan dikemas dalam acara bertajuk Festival Kasih Nusantara yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Desember 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Acara ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 2.000 peserta.

img_title 'Tarbiyah Mengajar' Perkuat Pengabdian Masyarakat Berbasis Masjid

Selain itu, umat Kristiani juga akan menggelar Natal Nasional yang rencananya dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026, bertempat di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, dengan jumlah peserta sekitar 3.500 orang.

“Natal Nasional akan dilaksanakan pada 5 Januari 2026 di Tennis Indoor Senayan,” kata Wamenag dikutip dari Antara.

Keamanan dan Kenyamanan Jadi Prioritas

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag menegaskan seluruh jajaran Kemenag siap memberikan pelayanan terbaik agar perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, nyaman, dan khidmat. Ia juga menginstruksikan panitia untuk memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Berdasarkan paparan yang kami terima, seluruh tempat ibadah yang melaksanakan perayaan Natal telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika perayaan Natal menggunakan tempat umum, panitia wajib memperhatikan aspek kelayakan, keamanan, serta perizinan dari pihak berwenang.

Dorong Natal Ramah Lingkungan dan Empati Sosial

Selain faktor keamanan, Wamenag mendorong agar perayaan Natal dan Tahun Baru mengedepankan prinsip ramah lingkungan serta memperkuat kegiatan sosial, seperti bakti sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title