Jeritan Pascabencana di Aceh: Tak Ada Beras, Warga Bertahan Hidup dengan Labu Rebus

Bencana alam
Sumber :
  • BNPB

Jateng – Di tengah krisis pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah, kisah Fatimah (53) mencerminkan getirnya kehidupan warga yang luput dari perhatian. Selama berhari-hari, janda satu anak ini bertahan hidup hanya dengan mengonsumsi labu rebus sebelum akhirnya menerima bantuan pangan dari relawan kemanusiaan.

img_title Amran Ungkap Jurus Jaga Harga Beras, 1 Juta Ton Cadangan Sudah Dilepas ke Pasar

“Gak ada lagi beras. Cuma itu, buah labu dikasih orang kemarin,” ujar Fatimah lirih saat ditemui di tempat tinggalnya di Kampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, Rabu 17 Desember 2025, dikutip dari Antara.

Saat relawan mendatangi rumah kosan kecil yang ia sewa bersama anak perempuannya, Fatimah mengaku sudah kehabisan beras. Tak ada stok makanan lain selain labu yang direbus sekadarnya untuk mengganjal perut.

img_title Tertinggi Sepanjang Sejarah, Wamentan Sudaryono: Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton di Era Presiden Prabowo

Meski dalam identitas kependudukannya terdaftar sebagai warga Kampung Gelelungi, Kecamatan Pegasing, kondisi tempat tinggal yang berpindah-pindah membuat Fatimah tak pernah tersentuh bantuan. Bahkan, beras bantuan pemerintah yang disalurkan melalui desa tidak pernah ia terima.

“Belum pernah dapat bantuan,” katanya singkat.

img_title Guru Besar IPB Pastikan Data Beras Pemerintah Valid, Sidak Presiden Buktikan Gudang Bulog Penuh

Fatimah menjadi potret nyata kelompok rentan yang terdampak tidak langsung oleh bencana banjir dan tanah longsor di Aceh Tengah. Terhentinya roda perekonomian pascabencana membuat perempuan paruh baya ini kehilangan sumber penghasilan.

Sehari-hari, Fatimah hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh serabutan. Namun, sejak bencana melanda, kesempatan kerja menghilang.

“Gak ada kerja sekarang. Terakhir kerja bantu-bantu di kedai orang di sana, sekarang kedainya tutup,” ujarnya.

Relawan kemanusiaan sekaligus aktivis perlindungan perempuan dan anak di Aceh Tengah, Ayu Rz, mengatakan Fatimah hanyalah satu dari banyak warga dengan kerentanan sosial ekonomi yang luput dari pendataan bantuan.

“Persoalannya seperti Bu Fatimah ini, dia bukan korban bencana langsung. Rumahnya tidak kena banjir ataupun longsor. Jadinya kerap terlewatkan dari perhatian para pihak yang menyalurkan bantuan,” kata Ayu.

Menurut Ayu, warga miskin dengan kondisi ekonomi lemah sangat rentan menghadapi ancaman kelaparan di tengah krisis pascabencana. Dampak isolasi wilayah dan lumpuhnya ekonomi membuat banyak keluarga tak lagi memiliki daya tahan pangan.

“Kondisi semakin mengkhawatirkan. Ekonomi lumpuh, terjadi krisis pangan. Setiap hari makin banyak saya dengar ibu-ibu tidak punya beras di rumah,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title