BMKG Bongkar Ancaman Gelombang Tinggi di Indonesia Akhir Tahun, Ini Wilayah Paling Berisiko

Ilustrasi ombak tinggi
Sumber :
  • Ist

Jateng – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode akhir tahun 23–26 Desember 2025. Kondisi ini diperkirakan dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir.

img_title Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus-September, BMKG Ungkap Strategi Jaga Waduk Tetap Aman

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, seperti dikutip dari Antara, Selasa (23/12/2025), menjelaskan bahwa peningkatan gelombang dipicu oleh kemunculan bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat.

"Bibit Siklon yang berada di koordinat 12,3 derajat lintang selatan dan 102,6 derajat bujur timur memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan," ujar Eko di Jakarta, Selasa (23/12).

img_title Di Tengah Kemarau, BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengancam di Beberapa Daerah

BMKG mencatat, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara bergerak dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6–30 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang sama.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah wilayah strategis, mulai dari Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Jawa, Laut Banda, hingga Laut Arafuru.

img_title Saat Daerah Lain Mengering, Wilayah di Jateng Selatan Ini Masih Diguyur Hujan

Akibat kondisi tersebut, gelombang laut dengan ketinggian 1,25–2,5 meter diperkirakan berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, perairan selatan Jawa, Laut Jawa, Laut Banda, serta Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua.

Tak hanya itu, gelombang sangat tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5–4,0 meter juga berpeluang muncul di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, serta Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

BMKG menegaskan bahwa kondisi gelombang tinggi tersebut berisiko besar terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal penyeberangan. Masyarakat pesisir di wilayah terdampak pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan informasi cuaca maritim selama periode peringatan berlangsung.