Fakta-fakta Wolf Moon 2026: Supermoon Pertama Tahun Ini Muncul 3 Januari
- (WikiImages/Pixabay)
Jateng – Fenomena astronomi istimewa akan membuka awal tahun 2026. Pada 3 Januari 2026, langit malam akan dihiasi Wolf Moon atau Bulan Serigala yang kali ini tampil tidak biasa karena berstatus sebagai Supermoon.
Bulan purnama ini diprediksi tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya, disertai sejumlah fenomena menarik lain, mulai dari kemunculan Jupiter di dekat Bulan hingga potensi dampak pasang air laut yang perlu diwaspadai, terutama di wilayah pesisir.
Berikut adalah fakta-fakta menarik dan valid seputar Wolf Moon 2026 yang perlu diketahui, yang dikutip dari berbagai sumber:
1. Berstatus sebagai "Supermoon"
Berdasarkan data dari NASA dan Space.com, Wolf Moon pada 3 Januari 2026 terjadi saat Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi (perigee). Hal ini membuatnya tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa. Ini adalah Supermoon pertama di tahun 2026.
2. Asal-usul Nama "Wolf Moon"
Nama ini berasal dari tradisi penduduk asli Amerika dan Eropa kuno yang dicatat dalam The Old Farmer's Almanac. Dinamakan demikian karena serigala sering terdengar melolong lebih sering pada bulan Januari. Secara sains, ini adalah cara serigala berkomunikasi untuk menjaga wilayah di tengah musim dingin, bukan karena mereka lapar.
3. Puncak Waktu di Indonesia
Bulan purnama ini mencapai puncaknya secara global pada pukul 10:03 GMT. Untuk wilayah Indonesia, puncak iluminasi penuh terjadi pada:
WIB: 3 Januari 2026, pukul 17:03
WITA: 3 Januari 2026, pukul 18:03
WIT: 3 Januari 2026, pukul 19:03
Bulan akan tampak bulat sempurna sejak malam tanggal 2 hingga 4 Januari.
4. Fenomena Pendamping: Jupiter di Dekat Bulan
Pada malam yang sama, pengamat langit bisa melihat planet Jupiter yang bersinar terang sangat dekat dengan posisi Bulan. Mengutip National Geographic, Jupiter sedang mendekati titik oposisi, sehingga ia akan tampak seperti "bintang" kuning terang yang tidak berkelap-kelip di samping sang Supermoon.
5. Dampak pada Pasang Surut Air Laut
Karena statusnya sebagai Supermoon, tarikan gravitasi Bulan akan lebih kuat. Hal ini memicu fenomena Pasang Perbani (King Tides). Masyarakat di pesisir diimbau waspada terhadap potensi kenaikan permukaan air laut atau banjir rob selama periode ini.