Momen Prabowo Hormat kepada Pejuang Swasembada Pangan
- Youtube Prabowo Subianto.
Jateng – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan gestur penghormatan kepada para pejuang swasembada pangan saat mendeklarasikan Indonesia resmi mencapai swasembada pangan. Momen itu berlangsung di hadapan para petani, penyuluh, dan seluruh elemen pertanian yang selama ini berada di garis depan perjuangan mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo mengaku sikap tersebut lahir dari latar belakangnya sebagai seorang prajurit. Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi militer, penghormatan umumnya diberikan dari bawahan kepada atasan. Namun, pengalaman panjangnya memimpin pasukan tempur justru membentuk kebiasaan berbeda.
“Saudara-saudara sekalian, saya ini mantan tentara, prajurit. Di tentara ada adat tentara, kebiasaan tentara, yaitu bawahan hormat atasan,” ujar Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa dalam praktik kepemimpinan, penghormatan sejati justru diberikan kepada mereka yang bekerja keras dan membuktikan hasil di lapangan. Ia mengaku kerap memimpin dengan disiplin keras, tetapi selalu berujung pada rasa kagum terhadap anak buahnya.
“Saya punya kebiasaan, kadang-kadang saya memimpin pasukan saya dengan keras, tapi akhirnya mendapat keberhasilan dan akhirnya saya menjadi kagum dan bangga dengan anak buah saya. Dan akhirnya saya menghormati mereka duluan,” kata Prabowo.
Pada momen deklarasi swasembada pangan tersebut, Prabowo pun secara terbuka menyampaikan penghormatannya kepada para petani dan seluruh pihak yang telah berjuang demi kemandirian pangan Indonesia.
“Izinkanlah saya mengikuti naluri saya, mengikuti kebiasaan saya dari sejak muda. Izin ke saya, hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang, mengabdi sehingga kita semua swasembada pangan,” ucap Presiden.
Usai menyampaikan pernyataan tersebut, Prabowo Subianto turun dari mimbar dan menghadap para undangan yang hadir.
Dengan sikap tegap, Ia mengangkat tangannya memberikan hormat, lalu menoleh ke sisi kanan dan kiri, tetap dalam posisi hormat, sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh hadirin yang telah berjuang dan mengabdi bagi terwujudnya swasembada pangan Indonesia.
Selesai memberikan penghormatan, Prabowo kembali ke mimbar dan menutup pidatonya dengan salam.