Persiapan Haji 2026 Makin Matang, Menteri Pastikan Layanan Jamaah Hampir Rampung
- Istimewa
Jateng – Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci terus menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah layanan utama bagi jamaah haji Indonesia disebut telah siap dan memasuki tahap akhir penyelesaian.
Irfan Yusuf mengatakan, pemerintah telah menetapkan dua syarikah yang akan melayani jamaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi. Selain itu, kepastian lokasi di kawasan Armuzna—Arafah, Muzdalifah, dan Mina—juga telah diperoleh.
“Kita sudah memastikan dua syarikah yang akan melayani jamaah haji Indonesia. Selain itu, lokasi-lokasi di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, juga sudah dipastikan,” ujar Irfan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis 8 Januari 2026, yang dikutip dari Antara.
Menurut Irfan, sebagian besar layanan utama, seperti transportasi, konsumsi, dan akomodasi jamaah haji, telah disiapkan meskipun masih ada beberapa yang dalam proses finalisasi. Untuk layanan transportasi dan konsumsi, progresnya telah mencapai 100 persen.
Sementara itu, akomodasi jamaah haji di Madinah telah terealisasi sekitar 93 persen. Adapun akomodasi di Makkah masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Untuk akomodasi di Makkah memang belum terlalu signifikan, tetapi insyaallah dalam waktu dekat ini akan bisa kita pastikan dan segera selesai,” katanya.
Irfan mengakui dalam proses penetapan penyedia layanan haji terdapat sejumlah tantangan, terutama adanya pihak-pihak yang berupaya memasukkan kepentingan tertentu agar layanan mereka digunakan. Meski demikian, ia menegaskan prinsip akuntabilitas dan transparansi tetap menjadi pegangan utama pemerintah.
“Namun prinsip kita tetap lurus. Kita harus akuntabel dan transparan dalam setiap proses,” tegasnya.
Terkait penerbangan haji, Irfan memastikan seluruh jadwal telah difinalisasi lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada musim haji lalu penetapan jadwal penerbangan dilakukan mendekati waktu keberangkatan, tahun ini seluruh proses telah disiapkan jauh hari.
“Permintaan jam terbang ke Saudi juga sudah diajukan oleh dua maskapai, yaitu Saudia Airlines dan Garuda Indonesia. Insyaallah tidak ada kendala signifikan terkait penerbangan,” ujarnya.
Selain layanan di Arab Saudi, kesiapan embarkasi haji di dalam negeri juga telah diselesaikan. Pada penyelenggaraan haji tahun ini, terdapat penambahan dua embarkasi baru, yakni embarkasi Banten yang melayani sebagian jamaah dari Jawa Barat, serta embarkasi Yogyakarta.