Abdul Mu'ti: Banyak Kekayaan Alam Tidak Dimanfaatkan karena Kita Tak Punya Ilmu

Abdul Mu'ti
Sumber :
  • Muhammadiyah

Jateng – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda Indonesia yang berilmu, terampil, dan berkarakter agar mampu mengelola kekayaan alam demi kesejahteraan bangsa. Tanpa bekal pendidikan yang kuat, potensi sumber daya alam dinilai tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan negara.

img_title Deep Learning Bakal Diterapkan di Semua Mata Pelajaran, Kemendikdasmen Siapkan Guru

Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri kegiatan Revitalisasi Mewujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan #RukunSamaTeman di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun masih banyak yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan sumber daya manusia.

img_title Sekolah Rakyat di Sukoharjo Siap Dibuka, Tampung 1.080 Siswa

“Banyak kekayaan alam yang tidak bisa kita manfaatkan karena kita tidak memiliki ilmu, pengetahuan, dan keterampilan,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan siswa dan guru.

Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul. Tanpa ilmu dan keterampilan, peluang besar yang telah dianugerahkan Tuhan bisa terlewatkan begitu saja.

img_title Setya Arinugroho Desak Transparansi Data DTSEN dan Perketat Validasi Penerima KIP Kuliah

“Kalau tidak punya ilmu dan tidak punya keterampilan, maka anugerah Allah itu belum bisa mensejahterakan dan meningkatkan ekonomi kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga mengajak para pelajar di Garut untuk terus bersemangat menuntut ilmu agar mampu mengelola potensi daerahnya. Ia menilai daerah akan maju apabila masyarakatnya memiliki kemampuan dan kemauan untuk berkembang.

“Negara yang maju adalah negara yang masyarakatnya unggul, mampu mengembangkan diri, dan bisa memanfaatkan potensi di sekitarnya,” ucapnya yang dikutip dari Antara.

Abdul Mu’ti mendorong siswa untuk mencintai proses belajar dan menjadikan sekolah sebagai ruang yang menyenangkan.

“Jadilah anak yang senang belajar. Semua ilmu itu penting dan berguna. Berangkat ke sekolah dengan semangat karena akan mendapatkan ilmu baru dari bapak dan ibu guru,” tuturnya.

Tak hanya menekankan aspek akademik, ia juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter. Menurutnya, generasi masa depan harus memiliki kepribadian baik, wawasan luas, keterampilan hidup, serta akhlak mulia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Abdul Mu’ti menyebutkan tujuh kebiasaan baik yang perlu ditanamkan sejak dini, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.

Halaman Selanjutnya
img_title