Mentan Geram Lihat Ribuan Karung Bawang Bombay Ilegal: Harus Dibongkar, Tidak Boleh Ada Ampun!
- Istimewa
Jateng – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak bisa menyembunyikan kemarahannya saat menyaksikan ribuan karung bawang bombay ilegal yang menumpuk di sebuah gudang di Kota Semarang. Ia menegaskan kasus penyelundupan tersebut harus diusut tuntas hingga ke akar agar tidak kembali terulang.
“Ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Kami minta Polisi Militer mendampingi, Kapolres juga turun. Ini harus dikasih efek jera. Tidak boleh ada ampun,” kata Amran dengan nada tegas, Sabtu 10 Januari 2026.
Amran menyebut pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat melalui layanan pengaduan WhatsApp “Lapor Pak Amran”. Informasi tersebut menyebutkan adanya bawang bombay ilegal yang akan masuk ke Semarang melalui jalur distribusi tertentu.
Merespons laporan itu, Amran langsung berkoordinasi dengan Polisi Militer, Dandim, Kapolrestabes Semarang, serta jajaran Karantina untuk mencegah agar komoditas ilegal tersebut tidak lolos ke pasar.
6.172 Karung Disita, Mentan: Bukan Soal Tonase
Hasil penggerebekan aparat gabungan menemukan 6.172 karung bawang bombay ilegal dengan total berat sekitar 123 ton, berikut enam unit truk yang telah disiapkan untuk mengangkutnya.
“Totalnya 6.172 karung, 123 ton. Tapi dalam pertanian itu bukan soal tonnya. Satu ton atau seribu ton sama saja kalau membawa penyakit,” ujar Amran dikutip dari Antara.
Ia menduga kuat penyelundupan ini telah dirancang secara matang. Menurutnya, kesiapan armada truk menunjukkan adanya persekongkolan terorganisir.
“Mobilnya sudah siap semua, tapi surat-suratnya tidak ada. Ini jelas terencana. Ini harus dibongkar, tidak boleh ada ampun,” tegasnya.
Ancaman Serius bagi Petani dan Komoditas Lokal
Amran menekankan bahwa masuknya bawang bombay ilegal bukan sekadar persoalan kerugian ekonomi, tetapi juga ancaman serius bagi pertanian nasional. Ia mengingatkan potensi masuknya bakteri atau penyakit yang dapat merusak komoditas lokal dan menjatuhkan semangat petani.
“Kalau ini masuk dan mengandung bakteri, bisa merusak bawang lokal. Petani bisa kapok, berhenti tanam. Ini yang kita jaga,” katanya.
Ia memastikan seluruh bawang bombay ilegal tersebut akan dimusnahkan, tanpa ada opsi distribusi maupun lelang.
“Ini dimusnahkan. Tidak ada distribusi, tidak ada lelang. Alhamdulillah ini berhasil dicegah sebelum menyebar ke masyarakat,” ujar Amran.