Menag Minta Jajaran Amati Isu Global: Ini Lambat Laun Berpengaruh pada Negara Kita

Menag Nasaruddin Umar dan Wamenag M Syafii di DPR RI
Sumber :
  • Kemenag

JatengMenteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta seluruh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) untuk lebih peka dan adaptif terhadap dinamika global yang tengah berkembang. Ia menegaskan, kondisi geopolitik internasional tidak bisa dipisahkan dari kebijakan nasional, termasuk dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran kementerian.

img_title Menag Nazaruddin: 10 Muharam Momentum Bebaskan Anak Yatim dari Kesulitan

Menag menyoroti sejumlah konflik dan ketidakstabilan politik yang terjadi di berbagai negara seperti Venezuela, Iran, Sudan, Suriah, Yaman, hingga Lebanon. Menurutnya, situasi tersebut berpotensi memicu gejolak ekonomi global yang pada akhirnya berdampak pada kondisi dalam negeri, terutama terkait harga energi dan stabilitas anggaran negara.

“Kita semua harus mengamati perkembangan isu global yang lambat laun juga akan berpengaruh pada negara kita,” ujar Menag Nasaruddin Umar saat memimpin Rapat Koordinasi Kebijakan Strategis di lingkungan Kemenag, di Jakarta, Senin.

img_title Kapan Idul Fitri 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat Kemenag 19 Maret

Ia menekankan, Kementerian Agama dituntut untuk lebih waspada dan responsif terhadap perubahan global yang dapat memengaruhi pelaksanaan program-program prioritas. Adaptasi kebijakan dinilai penting agar kinerja kementerian tetap berjalan efektif di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, Menag juga mengingatkan jajarannya untuk menerapkan efisiensi anggaran sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah pembatasan perjalanan dinas serta optimalisasi pelaksanaan kegiatan secara daring, terutama untuk agenda yang tidak bersifat mendesak.

img_title Tak Mau Asal-asalan, Menag Targetkan Standar Nasional Belajar Al Quran

Ia juga meminta agar kebiasaan mengundang pejabat daerah ke Jakarta dapat diminimalkan jika koordinasi masih bisa dilakukan melalui teknologi komunikasi.

“Kita diimbau melakukan efisiensi, mengurangi perjalanan dinas yang sekiranya tidak diperlukan. Kegiatan yang memungkinkan sebagian pesertanya tidak hadir secara fisik, bisa dilaksanakan secara daring. Mungkin ke depan perlu ada regulasi khusus terkait hal ini,” kata Menag.

Dalam rapat tersebut, Menag Nasaruddin Umar turut menyoroti kesiapan Kemenag dalam menyusun dan menyajikan data yang akurat, mutakhir, dan sinkron antarunit kerja. Ia menegaskan pentingnya kualitas data sebagai dasar pengambilan kebijakan dan penyampaian informasi kepada publik maupun instansi lain.

“Data yang disampaikan harus bersifat kuantitatif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.