Kemenkes Ingatkan Bahaya Walimatus Safar Berlebihan, Jemaah Haji Bisa Tumbang Sebelum Berangkat

Ilustrasi Haji
Sumber :
  • istockphoto.com/afby71

Jateng – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau calon jemaah haji Indonesia tahun 2026 untuk membatasi pelaksanaan tradisi walimatus safar atau acara syukuran jelang keberangkatan ke Tanah Suci. Kegiatan tersebut diminta tidak dilakukan mendekati hari keberangkatan karena berisiko menguras stamina jemaah.

img_title Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Akan Didistribusikan ke Palestina, Arab Saudi Setuju

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, menegaskan walimatus safar yang digelar secara berlebihan justru dapat menjadi pemicu kelelahan ekstrem, bahkan sebelum jemaah memulai rangkaian ibadah haji.

“Walimatus safar yang terlalu ramai dan berlangsung lama bisa membuat jemaah kelelahan berat. Ini sangat berbahaya, apalagi menjelang keberangkatan,” ujar Liliek usai memberikan paparan dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa malam 13 Januari 2026.

img_title Skema Saat Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan 3 Gelombang Keberangkatan ke Arafah

Ia mengungkapkan, pada musim haji sebelumnya pernah terjadi insiden tragis yang menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak. Seorang jemaah haji dilaporkan meninggal dunia di dalam pesawat dalam perjalanan menuju Arab Saudi, bahkan sebelum tiba di Madinah.

“Setelah ditelusuri tim kesehatan, jemaah tersebut mengalami kelelahan ekstrem karena menggelar open house selama tujuh hari tujuh malam berturut-turut untuk walimatus safar,” ungkap Liliek.

img_title Obat Rindu Masakan Nusantara, Ini Menu Andalan Kemenhaj untuk Jamaah Haji Indonesia

Menurutnya, kondisi jemaah sudah sangat lemah saat berada di pesawat. Ketika hendak ke toilet, yang bersangkutan tidak mampu menahan kondisi tubuhnya, kemudian pingsan dan akhirnya meninggal dunia.

“Itu contoh yang tidak kita harapkan terulang. Jemaah itu kelelahan, sampai di pesawat sudah drop dan tidak tertolong,” katanya yang dikutip dari Antara.

Berkaca dari kejadian tersebut, Kemenkes meminta agar calon jemaah haji dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) lebih bijak dalam mengatur agenda seremonial menjelang keberangkatan. Seluruh kegiatan pelepasan diminta selesai maksimal H-7 atau satu minggu sebelum jadwal masuk asrama haji.

“Kami mohon walimatus safar diadakan sesederhana mungkin. Ini tradisi, bukan sunnah. Tolong dilakukan maksimal satu minggu sebelum berangkat agar tujuh hari terakhir jemaah bisa istirahat total,” tegas Liliek.

Kemenkes menilai masa tenang satu minggu sebelum keberangkatan sangat krusial untuk memulihkan stamina fisik dan mental jemaah. Pada periode tersebut, jemaah dianjurkan hanya melakukan aktivitas ringan, mempersiapkan perlengkapan seperlunya, serta menjaga pola tidur dan asupan gizi.

Halaman Selanjutnya
img_title