Menhaj Tambah 100 Persen Petugas Haji dari Unsur TNI-Polri: Demi Pelayanan Terbaik Jemaah

Menhaj
Sumber :
  • Kemenhaj

Jateng – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menambah jumlah petugas haji dari unsur TNI dan Polri hingga lebih dari dua kali lipat pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat pelayanan jamaah, khususnya jamaah lanjut usia (lansia) yang jumlahnya kian meningkat.

img_title Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Akan Didistribusikan ke Palestina, Arab Saudi Setuju

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, mengatakan pada musim haji sebelumnya jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri masih berkisar 70 orang. Tahun ini, jumlah tersebut ditingkatkan secara signifikan.

“Tahun kemarin petugas dari TNI dan Polri ada 70 orang sekian. Hari ini kita tambah menjadi 170 sekian, jadi 100 persen lebih, dalam rangka memastikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji,” ujar Irfan Yusuf di Jakarta, Rabu.

img_title Skema Saat Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan 3 Gelombang Keberangkatan ke Arafah

Menurut Irfan, penambahan personel ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Selain memperkuat unsur keamanan dan ketertiban, Kemenhaj juga memberi perhatian besar pada aspek kesehatan jamaah. Irfan menilai penguatan layanan kesehatan menjadi krusial seiring dengan tingginya jumlah jamaah lansia.

img_title Obat Rindu Masakan Nusantara, Ini Menu Andalan Kemenhaj untuk Jamaah Haji Indonesia

“Tenaga kesehatan ditambah, tetapi yang lebih penting lagi adalah pemeriksaan kesehatan awal yang harus dilakukan lebih serius,” katanya.

Meski demikian, Irfan mengaku belum memegang angka pasti terkait jumlah tambahan tenaga kesehatan. Namun, ia memastikan aspek kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan haji 2026.

“Nakes-nya saya angkanya belum tahu persis,” ujarnya.

Di sisi lain, Irfan menyampaikan bahwa pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon petugas haji yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede berjalan dengan lancar. Menurutnya, diklat tidak hanya berfokus pada penguatan pengetahuan teknis, tetapi juga kesiapan fisik dan mental petugas.

“Fisik disiapkan, disiplin disiapkan, pengenalan medan disiapkan, pengetahuan tentang haji disiapkan, sampai bahasa Arab juga disiapkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Irfan kembali menegaskan pesan tegas kepada seluruh calon petugas haji agar menempatkan jamaah sebagai prioritas utama selama bertugas di Tanah Suci.

“Petugas haji bukan melayani pimpinan instansinya. Anda tidak melayani pejabat kementerian, tidak melayani pejabat negara. Yang anda layani adalah jamaah haji,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title