Prabowo Mau Kampus Berkualitas Tanpa Bikin Mahasiswa Menjerit Soal Biaya

Presiden Prabowo
Sumber :
  • Youtube Prabowo Subianto.

Jateng – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membangun perguruan tinggi berkualitas tanpa membebani mahasiswa dan masyarakat. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan Presiden dengan 1.200 guru besar, rektor, dan dekan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

img_title Isu Penutupan Prodi Jadi Alarm Keras Ketidaksinkronan Kampus dan Pasar Kerja

Pertemuan yang digelar secara tertutup di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (15/1/2026), itu membahas strategi besar pemerintah dalam menekan biaya pendidikan tinggi, sekaligus meningkatkan mutu akademik dan sumber daya manusia nasional.

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, mengatakan bahwa pemerintah tengah mencari formula agar universitas dapat berkembang tanpa menjadikan biaya kuliah sebagai beban berat bagi mahasiswa.

img_title Mohammad Saleh Dampingi Menteri Wihaji di Purworejo, Pastikan Program MBG  Ibu Hamil dan Balita Tepat Sasaran

“Amanat konstitusi kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu jalannya tentu melalui pendidikan tinggi. Karena itu, Presiden meminta agar universitas bisa maju dan berkualitas, tetapi dari sisi pembiayaan tidak memberatkan masyarakat maupun mahasiswa,” ujar Prasetyo.

Menurut Prasetyo, isu kampus murah dan terjangkau menjadi perhatian serius pemerintah, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pendidikan tinggi yang inklusif. Pemerintah pun tengah menghitung berbagai skema untuk menekan beban operasional perguruan tinggi.

img_title Presiden Prabowo Sapa Massa Aksi Damai, Tani Merdeka & APPSI Suarakan Dukungan Ekonomi Kerakyatan

“Kami sedang berpikir dan menghitung bagaimana cara mengurangi beban operasional di setiap perguruan tinggi kita,” tambah pria yang akrab disapa Pras itu yang dikutip dari Antara, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, pembahasan mengenai efisiensi biaya pendidikan tinggi sebelumnya juga telah dilakukan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melibatkan rektor, dekan, dan para guru besar dari berbagai kampus.

Selain persoalan biaya kuliah, dialog antara Presiden Prabowo dan kalangan akademisi juga menyoroti kekurangan tenaga dokter di Indonesia. Berdasarkan data pemerintah, Indonesia masih membutuhkan lebih dari 100 ribu dokter untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional.

“Kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribu dokter. Ini harus kita cari cara untuk mempercepat pemenuhannya,” kata Pras.

Rangkaian pertemuan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu diawali dengan taklimat langsung dari Presiden Prabowo. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan gambaran terkini mengenai kondisi dalam negeri, tantangan global, serta arah kebijakan strategis pemerintah ke depan.

Halaman Selanjutnya
img_title