Kemenag Kucurkan Rp1,6 Triliun, PTKN Diminta Sasar Warga Tak Mampu Sekitar Kampus

Kemenag
Sumber :
  • Muhammad Ali

Jateng – Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) sebesar Rp1,6 triliun bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) pada tahun 2026. Anggaran tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan sekaligus meningkatkan daya saing PTKN di tingkat nasional dan global.

img_title Setya Arinugroho Desak Transparansi Data DTSEN dan Perketat Validasi Penerima KIP Kuliah

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menegaskan, selain memanfaatkan KIP Kuliah, PTKN juga didorong untuk menyediakan beasiswa bagi mahasiswa asing serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar kampus.

“Kenapa banyak orang Indonesia kuliah di Universitas Al Azhar? Karena kuliahnya gratis dengan beasiswa dan biaya hidup murah,” ujar Kamaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/1/2026).

img_title Isu Penutupan Prodi Jadi Alarm Keras Ketidaksinkronan Kampus dan Pasar Kerja

Menurutnya, pemberian beasiswa kepada mahasiswa internasional merupakan langkah strategis yang tidak hanya berdampak bagi perguruan tinggi, tetapi juga membawa manfaat besar bagi bangsa Indonesia secara luas.

“Beasiswa mahasiswa asing itu efeknya besar. Indonesia punya peluang kuat menjadi destinasi pendidikan Islam dunia,” katanya.

img_title Ajak Santri Manfaatkan Program Beasiswa Kuliah dari Pemprov Jateng

Kamaruddin menilai, saat ini terdapat tiga perguruan tinggi yang memiliki pengaruh besar di dunia Islam, yakni Universitas Al Azhar di Mesir, Universitas Madinah di Arab Saudi, dan Universitas Internasional Iran. Ia optimistis Indonesia dapat sejajar dengan institusi tersebut jika PTKN serius memperkuat kualitas akademik dan akses beasiswa.

Selain fokus pada mahasiswa internasional, Kamaruddin juga menekankan pentingnya peran sosial PTKN bagi masyarakat di sekitar kampus, terutama bagi keluarga kurang mampu.

“Mungkin di sekitar kampus ada keluarga yang kesulitan ekonomi. PTKN harus hadir memikirkan mereka, salah satunya melalui beasiswa,” ujarnya yang dikutip dari Antara.

Ia menegaskan, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat akademik, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, seiring dengan semakin kompleksnya kebutuhan sosial.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan sejumlah arahan strategis terkait penguatan pendidikan tinggi nasional dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026. Arahan tersebut menyoroti pentingnya perluasan akses beasiswa, penguatan sains dan teknologi, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa para rektor dan guru besar menyambut positif forum dialog langsung dengan Presiden. Bahkan, muncul usulan agar forum serupa dapat digelar secara rutin.

Halaman Selanjutnya
img_title