Bukan Sekadar Diplomasi, Lawatan Prabowo ke Inggris Hasilkan Rp90 Triliun di Bidang Maritim
- Istimewa
Jateng – Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Inggris membuahkan hasil signifikan bagi perekonomian nasional. Pemerintah Inggris menyatakan komitmen investasi senilai 4 miliar pound sterling atau sekitar Rp90 triliun kepada Indonesia melalui kerja sama sektor maritim, yang diproyeksikan menyerap ratusan ribu tenaga kerja di dalam negeri.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, komitmen investasi tersebut diperoleh dari sejumlah pertemuan strategis Presiden Prabowo di London, termasuk pertemuan langsung dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
“Ada komitmen investasi sebesar 4 miliar pound sterling, itu sekitar Rp90 triliun, hasil pertemuan Presiden dengan Perdana Menteri Inggris,” ujar Teddy saat ditemui di London Stansted Airport, Rabu waktu setempat, yang dikutip dari Antara, Kamis (22/1/2026).
Produksi Kapal Dilakukan di Indonesia
Investasi ini diwujudkan dalam kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan sebagai bagian dari kolaborasi industri maritim Indonesia–Inggris. Yang menjadi sorotan, seluruh proses produksi dan perakitan kapal akan dilakukan di Indonesia.
Menurut Teddy, skema tersebut memberikan nilai tambah besar bagi perekonomian nasional karena melibatkan industri galangan kapal dan rantai pasok dalam negeri.
“Yang menarik, menurut penjelasan Menteri Kelautan, kapal-kapal ini akan diproduksi dan dirakit di Indonesia. Dampaknya, sekitar 600 ribu orang akan terlibat dan bekerja,” jelasnya.
600 Ribu Lapangan Kerja dari Sektor Maritim
Berdasarkan proyeksi Kementerian Kelautan dan Perikanan, proyek kerja sama maritim ini diperkirakan menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Rinciannya, sekitar 30 ribu orang akan bekerja sebagai awak kapal, sekitar 400 ribu tenaga kerja terserap di sektor produksi dan perakitan, serta sekitar 170 ribu tenaga kerja lainnya berasal dari efek berganda atau multiplier effect di sektor pendukung.
Teddy menilai, hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris menegaskan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya mengejar investasi asing, tetapi juga menekankan penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri berbasis sumber daya nasional.
“Fokusnya bukan sekadar diplomasi dan investasi, tetapi bagaimana investasi itu benar-benar menciptakan lapangan kerja dan memperkuat industri nasional, khususnya sektor maritim,” ujarnya.