Banjir Berulang di Jawa, Prabowo Bentuk Tim Khusus Susun Grand Design Nasional
- BNPB
Jateng – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembentukan tim kajian khusus untuk menganalisis sekaligus menyusun grand design penyelesaian persoalan banjir di Pulau Jawa. Instruksi tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya curah hujan yang dalam beberapa hari terakhir memicu genangan dan banjir di berbagai daerah, termasuk wilayah Jakarta.
Sekretaris Kabinet Prasetyo Hadi menyampaikan, Presiden menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang yang terintegrasi dalam pengelolaan air di Pulau Jawa, mengingat persoalan banjir merupakan masalah yang terus berulang setiap tahun.
“Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian guna menganalisis dan kemudian menyusun grand design penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan air dan pengelolaan air di Jawa, terutama di Pulau Jawa,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menilai penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar solusi yang dihasilkan tidak bersifat parsial.
“Masalah ini rutin berulang setiap tahun. Karena itu, kita sebagai bangsa harus berpikir bagaimana melakukan penanganan yang lebih terintegrasi, mulai dari hulunya sampai ke hilir,” katanya.
Prasetyo mengungkapkan, Presiden Prabowo terus memantau perkembangan banjir nasional meskipun sedang berada di luar negeri. Kepala Negara juga aktif berkomunikasi dengan jajaran terkait untuk memastikan langkah-langkah penanganan dampak hujan lebat berjalan optimal.
Pemerintah, lanjut Prasetyo, saat ini juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengintensifkan operasi modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek. Langkah tersebut dilakukan guna menekan intensitas curah hujan yang diperkirakan mencapai puncaknya hingga akhir Januari.
Selain faktor cuaca ekstrem, pemerintah menyoroti dampak banjir terhadap sektor transportasi, khususnya perkeretaapian. Penanganan lintas sektor dinilai krusial mengingat gangguan infrastruktur berdampak langsung pada pelayanan publik.
“Berdasarkan laporan Direktur Utama PT KAI, dalam satu minggu terakhir terdapat 16 titik genangan di jalur rel kereta api, yang kini bertambah menjadi 17 titik, termasuk satu lokasi yang sebelumnya tidak pernah terdampak. Hal ini tentu mengganggu perjalanan dan pelayanan kereta api kepada masyarakat,” ujar Prasetyo.