Waspada! Kota-Kota Besar Ini Diprediksi Diguyur Hujan dan Angin Kencang Selasa 27 Januari 2026

Ilustrasi hujan
Sumber :
  • VIVA

Jateng – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Selasa.

img_title Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus-September, BMKG Ungkap Strategi Jaga Waduk Tetap Aman

Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG, prakirawan cuaca Adelia menjelaskan , kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh keberadaan daerah konvergensi yang memanjang di berbagai wilayah Indonesia.

Daerah tersebut meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jambi hingga Lampung, Banten sampai Jawa Timur, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan, serta Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

img_title Di Tengah Kemarau, BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengancam di Beberapa Daerah

“Keberadaan daerah konvergensi dan konfluensi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya,” ujar Adelia yang dikutip dari Antara.

BMKG memprakirakan sejumlah kota besar berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Wilayah tersebut antara lain Jakarta, Serang, Surabaya, Tanjung Selor, Kupang, dan Merauke.

img_title Saat Daerah Lain Mengering, Wilayah di Jateng Selatan Ini Masih Diguyur Hujan

Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Mataram, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Manokwari, Jayapura, Nabire, serta Jayawijaya.

Adapun beberapa kota besar lainnya diprediksi hanya akan mengalami kondisi cuaca berawan, di antaranya Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pontianak, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, dan Sorong.

Sebelumnya, pada Senin (26/1), BMKG juga melaporkan bahwa angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 37 kilometer per jam masih dirasakan masyarakat di wilayah NTB. Kondisi tersebut disebut sebagai dampak sisa dari eks Siklon Tropis Luana.

“Kami melihat pengaruh angin kencang yang terjadi saat ini masih berkaitan dengan eks Siklon Tropis Luana,” kata Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Ari Wibianto, dalam Siniar Gerbang Mendengar di Mataram.

Ia menambahkan, selain faktor tersebut, terdapat pula gangguan siklonik di lapisan atas atmosfer akibat munculnya pusat tekanan rendah baru di wilayah Australia bagian timur.

Halaman Selanjutnya
img_title