Ragam Alasan 13 Calon Petugas Haji Dicoret Saat Diklat: Ada yang Palsukan Hasil MCU

Dahnil
Sumber :
  • Kemenhaj

Jateng – Sebanyak 13 calon petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dicopot saat masih menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat). Pencopotan ini menegaskan komitmen Kementerian Agama menjaga disiplin dan profesionalisme petugas haji sejak tahap seleksi hingga pelaksanaan di Tanah Suci.

img_title Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Akan Didistribusikan ke Palestina, Arab Saudi Setuju

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah ditemukan sejumlah pelanggaran serius selama proses diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

“Tadi malam laporan ke saya itu ada 13 orang yang dicopot dari proses diklat,” ujar Dahnil usai pengukuhan PPIH Arab Saudi, Jumat.

img_title Skema Saat Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan 3 Gelombang Keberangkatan ke Arafah

Menurut Dahnil, alasan pencopotan beragam, mulai dari indisipliner, pemalsuan absensi, hingga kondisi kesehatan yang tidak memenuhi syarat. Bahkan, ada peserta yang memalsukan hasil Medical Check Up (MCU), padahal diketahui mengidap tuberkulosis (TBC).

“Ini kan berbahaya. Ada yang memalsukan MCU, padahal sakit TBC. Itu tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

img_title Obat Rindu Masakan Nusantara, Ini Menu Andalan Kemenhaj untuk Jamaah Haji Indonesia

Dahnil menekankan tidak ada perlakuan istimewa bagi siapa pun yang terlibat dalam proses seleksi petugas haji. Seluruh peserta wajib mengikuti diklat secara penuh dan mematuhi aturan yang ditetapkan, mengingat peran petugas haji sebagai garda terdepan pelayanan jamaah.

“Kita mau orang yang siap 20 hari fokus di sini, ikut pelatihan, ikut aturan. Dan keputusan ini diambil oleh tim pelatih dari TNI dan Polri,” kata Dahnil.

Ia menambahkan, kedisiplinan tidak berhenti saat diklat. Ketika sudah berada di Arab Saudi, seluruh petugas tetap berada dalam pengawasan ketat. Sanksi tegas akan diberikan jika petugas abai terhadap tugasnya.

“Kami evaluasi, kami akan langsung keluarkan. Publik harus tahu, petugas haji ini dibayar, digaji. Kerjanya itu melelahkan, kalau istilah saya bisa 25 jam,” ujarnya.

Lebih jauh, Dahnil kembali mengingatkan bahwa tugas utama petugas haji adalah melayani jamaah, bukan sekadar memanfaatkan kesempatan untuk berhaji.

“Kami ingin memastikan petugas haji niat utamanya melayani jamaah, bukan orang-orang yang nebeng naik haji,” ucapnya.

Para PPIH Arab Saudi telah menjalani diklat luring selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede dan akan melanjutkan pelatihan daring selama 10 hari. Dahnil menyebut latar belakang petugas haji tahun ini sangat beragam, mulai dari dokter, aparat keamanan, jurnalis, hingga profesor dan akademisi.

Halaman Selanjutnya
img_title