Puasa dan Lebaran 2026 Dijamin Aman, Mentan Ungkap Fakta di Balik Stok Pangan Nasional

Mentan Amran Sulaiman dialog bersama petani Konawe
Sumber :
  • Kementan

Jateng – Pemerintah menegaskan kesiapan pasokan pangan nasional menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Fokus utama tidak hanya pada kecukupan stok, tetapi juga pada strategi menjaga stabilitas harga di tengah potensi lonjakan konsumsi musiman.

img_title Mentan Amran: Pendapatan Petani Naik Lebih Cepat dari Biaya Produksi, NTP Tembus 127,73

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan hasil proyeksi neraca pangan nasional menunjukkan kondisi yang relatif aman, didukung evaluasi lapangan lintas sektor. Pemerintah, kata dia, telah mengantisipasi periode rawan inflasi pangan yang biasanya terjadi saat puasa dan Lebaran.

“Berdasarkan pemantauan neraca pangan serta evaluasi lapangan bersama Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, kondisi produksi, pasokan, dan stok pangan strategis nasional berada dalam situasi cukup aman menghadapi Ramadhan 1447 Hijriah,” ujar Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (3/2/2026).

img_title Tertinggi Sepanjang Sejarah, Wamentan Sudaryono: Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton di Era Presiden Prabowo

Puasa Ramadhan 2026 diperkirakan berlangsung pada Februari hingga Maret, dengan Idul Fitri jatuh sekitar 20–21 Maret 2026. Momentum tersebut, menurut Amran, menjadi titik krusial bagi pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang stabil dan terjangkau.

Dari sisi komoditas, pemerintah mengandalkan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam, telur, dan minyak goreng. Sementara itu, beberapa komoditas seperti kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula tetap dipenuhi melalui impor yang diklaim terukur dan terkendali.

img_title Rekomendasi Tempat Bukber Tegal, Ada yang Buka Sampai Malam

“Kami menjaga keseimbangan. Produksi nasional dimaksimalkan, sementara impor dilakukan secara selektif agar tidak mengganggu petani dan peternak dalam negeri,” kata Amran.

Kementerian Pertanian juga memastikan stok beras nasional berada pada level aman, dengan pemantauan ketat hingga akhir Maret 2026. Langkah ini ditujukan untuk merespons potensi peningkatan permintaan selama Ramadhan dan Lebaran.

Selain pengamanan produksi, pemerintah menyiapkan distribusi pangan dari daerah surplus ke wilayah defisit, memperkuat kerja sama antardaerah, serta meningkatkan koordinasi dengan pelaku usaha. Sistem peringatan dini harga harian nasional turut diaktifkan bersama BUMD dan sektor swasta.

“Operasi pasar akan terus digelar, dan Satgas Pangan melakukan pengawasan agar tidak ada spekulasi harga. Kami ingin konsumen terlindungi, sekaligus petani dan peternak tetap mendapatkan harga yang adil,” tegas Amran.

Halaman Selanjutnya
img_title