Dukung Strategi Pertumbuhan-Pemerataan Ekonomi Presiden Prabowo, AHY Beberkan 5 Pilar Baru

Agus Harimurti Yudhoyono
Sumber :
  • Istimewa

Jateng –  Dalam semangat transformasi nasional yang digariskan Presiden Prabowo Subianto, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menawarkan peta jalan Ekonomi Baru (the New Economy) bagi masa depan ekonomi Indonesia

img_title Sambut HUT Ke-81 RI, Ketika Deru Vespa Merajut Persaudaraan

Dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “The New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026), AHY, yang juga Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya sekadar angka statistik.

"Indonesia harus maju, bukan sekadar tumbuh. Pertumbuhan harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang adil dan bisa dirasakan langsung di kantong serta meja makan rakyat," ujar AHY dihadapan puluhan tokoh pemerintahan, akademisi, dan pelaku usaha.

img_title Pemimpin Militer Masa Depan Dipandang Perlu Memahami Strategi Nasional Secara Terpadu

Bagi generasi muda yang menghadapi disrupsi teknologi dan ketatnya persaingan global, AHY menguraikan lima pilar "Ekonomi Baru" yang konkret dan relevan:

Infrastruktur Dasar dan Keadilan: Bukan sekadar aspal dan semen, tapi sarana keadilan sosial untuk menurunkan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok merata hingga ke pelosok.

img_title Optimalkan Pendampingan, Perkuat Pengelolaan Desa Wisata

Perumahan Layak: Fokus pada hunian terjangkau sebagai fondasi martabat, produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.

Konektivitas Fisik dan Digital: untuk memperkuat persatuan nasional, dan memastikan UMKM serta masyarakat di daerah memiliki akses transportasi dan internet yang setara.

Investasi Manusia: Prioritas pada kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai modal utama bersaing di level dunia.

Akselerasi Teknologi dan AI: Memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan, dengan tetap berlandaskan etik, regulasi yang adaptif serta penguatan talenta digital.

AHY mengingatkan bahwa tantangan ke depan, mulai dari krisis iklim hingga dinamika geopolitik, memerlukan kebijakan yang jitu, bukan sekadar jargon. 

"Kemakmuran adalah pengalaman hidup yang lebih baik bagi nelayan, buruh, hingga content creator muda,” tambahnya.

Acara ini juga menghadirkan tokoh-tokoh dengan beragam latar belakang seperti pengusaha Chairul Tanjung, dan Otto Toto Sugiri, akademisi Prof. Hermanto sebagai Rektor Perbanas Institute, dan Dr. Yose Rizal dari CSIS, dan mantan Menteri Moh. Nuh, serta Dewan TIK Nasional Ilham Habibie. 

Halaman Selanjutnya
img_title