Indonesia Gandeng Oxford, Bangun 10 Fakultas Kedokteran Berkelas Dunia

Ilustrasi kampus/universitas
Sumber :
  • Freepik

Jateng – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperluas kerja sama global untuk memperkuat layanan kesehatan nasional berbasis pendidikan tinggi. Salah satu langkah strategis ditempuh dengan menjajaki kemitraan bersama University of Oxford, Inggris.

img_title Gaji Dosen Rp50 Juta Diusulkan, Pemerintah Akhirnya Buka Suara

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan delegasi University of Oxford yang digelar di Jakarta, Jumat 6 Februari 2026. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pendidikan tinggi, riset, serta pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia.

“Kami sangat berharap pertemuan ini menjadi pembuka kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan University of Oxford, khususnya dalam penguatan pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan teknologi kesehatan,” ujar Brian Yuliarto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/2/2026).

img_title Dana KIP 2026 Tembus Rp15,3 Triliun, Mendiktisaintek: Lulusan SMA/SMK Jangan Takut Kuliah

Brian menekankan, salah satu agenda utama pemerintah adalah memperluas akses layanan kesehatan berkualitas melalui pembangunan fakultas kedokteran yang terintegrasi dengan rumah sakit pendidikan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia medis sekaligus menekan ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan luar negeri.

“Sebagaimana arahan Presiden, kami merencanakan pembangunan sepuluh fakultas kedokteran di berbagai pulau di Indonesia yang terintegrasi dengan rumah sakit pendidikan berkelas dunia,” katanya yang dikutip dari Antara.

img_title Daftar Universitas Beasiswa Pemprov Jateng untuk Santri, Kampus Top Dalam dan Luar Negeri

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari pihak University of Oxford. Delegasi Oxford, Heidi Johansen-Berg, menilai Indonesia memiliki visi besar dan komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan tinggi dan sistem kesehatan nasional.

“Ke depan, Oxford berkomitmen untuk mendukung melalui kemitraan riset, inovasi teknologi, dan pengembangan talenta global, serta melihat potensi kolaborasi kuat pada pemanfaatan data kesehatan, teknologi digital, dan penguatan jejaring peneliti lintas negara,” ujar Heidi.

Pertemuan ini turut dihadiri perwakilan tujuh Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), yakni ITB, ITS, Unair, UI, UGM, Unpad, dan IPB. Keterlibatan PTNBH diharapkan mempercepat implementasi kolaborasi riset dan pengembangan institusi pendidikan tinggi.

Kerja sama Indonesia–Oxford direncanakan mencakup pengembangan kurikulum, riset bersama, inovasi teknologi kesehatan, pertukaran akademisi, serta peningkatan kapasitas kelembagaan.

Bidang prioritas yang dijajaki antara lain vaksin, kecerdasan artifisial kesehatan, diagnostik penyakit, pemanfaatan data kesehatan, hingga riset penyakit menular seperti tuberkulosis.

Halaman Selanjutnya
img_title