Menko PMK: Sampah Makanan di Indonesia Boroskan 30 Persen Stok Pangan Kita

Menteri Koordinator Bidang PMK, Pratikno
Sumber :
  • Rizky Adam

Jateng – Perubahan iklim tak lagi sekadar isu global, tetapi sudah merasuk ke ruang kelas dan kebiasaan sehari-hari anak-anak Indonesia. Pemerintah menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tangguh menghadapi krisis iklim, salah satunya dengan menggeser budaya screen time menuju green time.

img_title BUMD di Jateng harus Berinovasi untuk Pembangunan Daerah

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, pendidikan karakter terkait perubahan iklim perlu dimulai dari aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan murid. Anak-anak didorong untuk lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan nyata dibanding terpaku pada layar gawai.

“Kita berkepentingan agar anak mulai bergeser dari screen time ke green time, dari melihat layar menjadi melihat realita kehidupan yang sebenarnya,” ujar Pratikno saat Pembukaan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 di Depok, Senin 9 Februari 2026.

img_title Jateng Surplus Padi 9,3 Juta Ton, Setya Ari Nugroho Dorong 3 Program Ketahanan Pangan Terukur untuk Banyumas-Cilacap

Menurutnya, disrupsi akibat climate change sudah berdampak langsung pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, hingga politik. Karena itu, sekolah tidak cukup hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembelajaran menghadapi risiko masa depan.

“Oleh karena itu, saya titip ruang-ruang kelas di sekolah agar menjadi media pembelajaran dalam menghadapi disrupsi kedua, yaitu perubahan iklim,” katanya dikutip dari Antara.

img_title World Environment Day 2026: Saatnya Generasi Muda Ambil Peran untuk Bumi

Salah satu dampak serius perubahan iklim yang disoroti pemerintah adalah meningkatnya food loss dan food waste yang berpengaruh pada ketahanan pangan nasional. Pratikno menyebut, Indonesia diperkirakan kehilangan sekitar 30 persen stok pangan akibat dua persoalan tersebut.

“Di Indonesia, food loss dan food waste itu memboroskan sekitar 30 persen stok pangan kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, food loss terjadi sejak proses produksi dan distribusi pangan, seperti hasil panen yang tercecer atau rusak. Sementara food waste berasal dari kebiasaan konsumsi, termasuk makanan yang tidak dihabiskan dan berakhir terbuang.

Food waste ini masalah serius. Anak-anak perlu dibiasakan untuk tidak menyia-nyiakan makanan,” tegas Pratikno.

Dalam konteks ini, dinas pendidikan dan satuan pendidikan dinilai memiliki peran krusial dalam membentuk generasi yang sehat secara fisik, mental, emosional, dan sosial. Data menunjukkan, screen time anak bisa mencapai hingga sembilan jam per hari, kondisi yang dinilai tidak ideal untuk tumbuh kembang maupun kesadaran lingkungan.

Halaman Selanjutnya
img_title