Wamentan Sudaryono Lepas Bantuan HKTI Rp1 Miliar untuk Pemalang dan Bandung Barat

Bantuan HKTI
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melepas 10 truk bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1 Miliar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, serta Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

img_title Sudaryono Soal Insiden Diskusi di UGM: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog

Pelepasan bantuan dilakukan di halaman Kantor HKTI, Kementerian Pertanian, sebagai bagian dari program HKTI Peduli.

Sebanyak lima truk bantuan dikirim ke Pemalang dan lima truk ke Bandung Barat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di pengungsian dan posko bencana. Bantuan disesuaikan dengan kondisi lapangan agar dapat langsung dimanfaatkan masyarakat terdampak.

img_title Wamentan Sudaryono Ingatkan Pentingnya Jaga Sapi Betina Produktif, Ahmad Muzani Dorong Kontes Jadi Simpul Pasar Ternak

“HKTI ingin memastikan bantuan yang kami kirim benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat terdampak bisa segera terbantu, terutama untuk kebutuhan pangan dan logistik dasar,” ujar Sudaryono pada giat pelepasan bantuan HKTI peduli ke Pemalang dan Bandung Barat dan pembukaan pasar HKTI di Jakarta (10/02/2026).

Di Kabupaten Pemalang, bantuan disalurkan bagi pengungsi korban banjir bandang di sembilan desa di Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga. Bantuan meliputi bahan pangan pokok, kebutuhan balita dan lansia, perlengkapan kebersihan, obat-obatan ringan, serta perlengkapan darurat seperti jas hujan.

img_title Wamentan Sudaryono dan Ketua MPR RI Dorong Investasi Peternakan, Wonosobo Disiapkan Jadi Sentra Susu Nasional

Sementara itu di Kabupaten Bandung Barat, bantuan disalurkan melalui posko bencana dengan fokus pada kebutuhan pangan, kesehatan, dan pendidikan. Selain paket bahan pokok dan obat-obatan, HKTI juga menyalurkan 100 paket alat tulis sekolah untuk mendukung kegiatan belajar siswa terdampak bencana.

Selain bantuan darurat, Sudaryono menegaskan HKTI akan ikut mengawal rehabilitasi pascabencana, khususnya pada sektor pertanian. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan di Pemalang dan Bandung Barat, salah satu faktor pemicu banjir dan longsor adalah kondisi lahan miring yang minim tanaman keras.

“Setelah ini HKTI tidak berhenti di bantuan darurat. Kami akan ikut mengawal rehabilitasi pascabencana, termasuk penanaman kembali sawah yang rusak. Dari hasil peninjauan kami di lapangan, salah satu penyebab banjir dan longsor adalah lahan miring yang tidak ditopang tanaman keras,” jelas Sudaryono.

Halaman Selanjutnya
img_title