Kisah Lucky, Remaja yang Jalani 3 Tahun Cuci Darah Usai PBI-JK Aktif Kembali

ilustrasi cuci darah
Sumber :
  • Istimewa

Bekasi – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali membuktikan perannya sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat rentan. Skema BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) menjadi tumpuan utama bagi sekitar 120 ribu pasien penyakit kronis yang kepesertaannya sempat nonaktif akibat pemutakhiran data pemerintah, sebelum akhirnya kembali diaktifkan.

img_title Mensos Gus Ipul Bongkar Data PBI JKN: Ratusan Ribu Tak Tepat Sasaran

Salah satu penerima manfaat tersebut adalah Lucky Yudistira Pradita, remaja asal Bekasi yang telah tiga tahun menjalani hemodialisis atau cuci darah akibat gagal ginjal. Tanpa jaminan kesehatan dari BPJS PBI, biaya pengobatan yang harus dijalani rutin sejak 2023 itu nyaris mustahil ditanggung keluarganya.

Di ruang tunggu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Kamis (12/2/2026), sang ibu, Marsi (41), menceritakan bagaimana perjuangan anaknya dimulai sejak duduk di bangku kelas 5 SD.

img_title BPS Petakan Daerah Peserta PBI JKN yang Dinonaktifkan, Terbanyak di Wilayah Ini

“Anak saya sakit gagal ginjal sejak kelas 5 SD. Saat ini kalau dia lagi sekolah, kelas 2 SMP. Sejak SMP tidak lagi sekolah, karena pengobatan,” ujar Marsi.

Lucky kini tak lagi bisa menjalani kehidupan seperti remaja seusianya. Aktivitas sekolah terhenti, waktu bermain tergantikan jadwal terapi rutin. Dalam kondisi seperti itu, keberlanjutan akses layanan kesehatan menjadi hal yang krusial.

img_title Mensos Sebut 106 Ribu Peserta PBI JKN Diaktifkan Lagi, Difokuskan Peserta Penyakit Katastropik

Beruntung, proses reaktivasi kepesertaan BPJS PBI berjalan cepat sehingga Marsi tidak sempat merasakan dampak penonaktifan tersebut. Ia menyebut seluruh proses administrasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Tidak ada, alhamdulillah lancar-lancar aja,” katanya.

Tak hanya itu, mekanisme rujukan untuk pengobatan rutin di RSCM juga dinilainya tidak berbelit. Setiap tiga bulan sekali, ia memperpanjang rujukan dan selalu mendapatkan kemudahan.

“Tidak (ada hambatan), aku setiap kalau perpanjang rujukan selalu mudah, dipermudah tidak ada kesulitan. Diperpanjang itu tiga bulan sekali,” ungkapnya.

Bagi pasien gagal ginjal, terapi hemodialisis merupakan tindakan medis jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan biaya besar. Tanpa JKN dan BPJS PBI, layanan cuci darah rutin bisa menjadi beban finansial berat bagi keluarga prasejahtera.

Selain faktor pembiayaan, Marsi juga mengapresiasi kualitas pelayanan tenaga kesehatan di RSCM. Ia menilai dokter dan perawat memberikan perhatian penuh kepada putranya selama menjalani terapi.

Halaman Selanjutnya
img_title