Indonesia Dikepung 3 Krisis Global, Menteri LH: Ini Bukan Isu, Ini Ancaman Nyata!

Ilustrasi Bumi, Bumi
Sumber :
  • (Freepik)

Jateng – Isu krisis iklim, krisis pencemaran, dan krisis sampah bukan lagi sekadar wacana global. Pemerintah menegaskan, Indonesia kini berada langsung di tengah ancaman tersebut.

img_title Sarif Kakung Ajak Pemerintah Daerah Perbaiki Tata Kelola Sampah

Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq saat menghadiri Aksi Bersih Sungai dan penanaman pohon di aliran Sungai Cikeas, Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.

Menurut Hanif, Indonesia saat ini berada dalam pusaran triple planetary crisis yang menjadi tantangan nyata dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

img_title Mohammad Saleh: Ada 6,4 Juta Ton Sampah Jateng Bisa Jadi Sumber Listrik

“Kita benar-benar berada di dalam pusaran triple planetary crisis. Ini bukan lagi isu dunia, ini sudah menjadi tantangan nyata yang kita hadapi dari hari ke hari,” kata Hanif.

Suhu Global Cetak Rekor, Indonesia Kian Rentan

img_title Perkuat Ekonomi Sirkular melalui Pengelolaan Sampah Plastik

Mengacu pada data United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah, dengan kenaikan suhu global mencapai 1,4 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri.

Kenaikan suhu tersebut, kata Hanif, membawa dampak serius bagi negara tropis seperti Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem hingga bencana hidrometeorologi kini bukan lagi kejadian luar biasa.

“Kenaikan suhu 1,4 derajat ini sangat berdampak bagi negara tropis seperti Indonesia. Curah hujan ekstrem, hidrometeorologi, banjir, dan kenaikan muka air laut sudah menjadi pola baru, bukan lagi anomali,” ujarnya yang dikutip Antara.

Kondisi ini memperkuat urgensi penanganan darurat iklim Indonesia, termasuk upaya pengurangan emisi dan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.

Sungai Indonesia Darurat Sampah

Selain krisis iklim, persoalan pencemaran sungai menjadi sorotan serius. Hanif menyebut hampir tidak ada sungai di Indonesia yang benar-benar terbebas dari sampah plastik maupun limbah lainnya.

“Sepanjang saya bertugas, hampir tidak ada satu pun sungai kita yang benar-benar bersih dari sampah, baik plastik maupun limbah lainnya. Ini menjadi pekerjaan besar kita bersama,” katanya.

Ia menegaskan, sebagian besar sampah laut bermula dari daratan dan sungai. Karena itu, solusi harus dimulai dari hulu melalui penguatan sistem pengelolaan sampah nasional dan perubahan perilaku masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title