144 Juta Orang Siap Mudik! Ini Strategi Pemerintah Agar Arus Lalu Lintas Lancar Jaya

Pemudik mulai terlihat melintas di Tol Kalikangkung Semarang
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta– Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H. Angka tersebut diperoleh dari hasil survei nasional dan berpotensi meningkat dibanding realisasi tahun sebelumnya.

img_title Musim Mudik 2026, Kakorlantas: Jumlah Korban Meninggal Turun 30 Persen dari Sebelumnya

“Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” kata Dudy usai rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (20/2/2026).

Prediksi lonjakan pemudik Lebaran 2026 itu membuat Kementerian Perhubungan menyiapkan berbagai strategi pengamanan dan pengaturan arus mudik dan balik. Operasional posko angkutan Lebaran akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026 untuk mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.

img_title Program Mudik-Balik Rantau Gratis Pemprov Jateng Jangkau 21.975 Orang

Menurut Dudy, sejumlah langkah antisipasi telah dipersiapkan, termasuk pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas. Pengecualian diberikan bagi kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.

Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat. Skema yang disiapkan meliputi contraflow, sistem satu arah (one way), serta ganjil genap guna mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026.

img_title Sambut Arus Mudik Lebaran, PKS Jateng Resmikan Posko Mudik di Sembilan Titik Strategis

Terkait perayaan Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026, Dudy memastikan penyeberangan menuju Pulau Bali akan dihentikan sementara. Pemerintah juga menyiapkan sistem penundaan (delaying system) serta zona penyangga (buffer zone).

“Kami akan informasikan kepada masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan agar bisa mengatur jadwal perjalanan,” ujarnya.

Untuk mengurangi penumpukan kendaraan pada tanggal tertentu, pemerintah menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA). Skema ini berlaku pada 16–17 Maret untuk arus mudik dan 25–26 Maret untuk arus balik, setelah mendapat persetujuan Presiden dan Kementerian PANRB.

“Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal-tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin,” kata Dudy.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memastikan angkutan Lebaran berjalan aman dan lancar.

Halaman Selanjutnya
img_title