Mendikdasmen Tegaskan Anggaran Tambahan Rp181 Triliun Bukan untuk MBG, Ini Rencana Besarnya
- Muhammadiyah
Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp181 triliun kepada DPR tidak dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mu’ti menyampaikan, usulan ABT yang diajukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini masih menunggu keputusan dari DPR setelah sebelumnya dipaparkan dalam rapat bersama.
"Pengajuan ABT Kememdikdasmen ini bukan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kami sudah paparan di DPR soal ABT ini dan saat ini sedang dalam posisi menunggu keputusan," kata Mu'ti dalam keterangan resmi Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3). Menurut Mu’ti, ABT merupakan permintaan tambahan alokasi anggaran dalam APBN tahun berjalan yang bersifat mendesak.
Meski demikian, ia menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi bagian penting dalam agenda Kemendikdasmen, khususnya yang berkaitan dengan program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat.
Program tersebut mencakup kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, rajin belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal.
"Jadi, MBG memiliki kaitan yang sangat langsung dengan program Kemendikdasmen," ucap Mu’ti.
Selain mendukung pola hidup sehat, MBG juga disebut berperan dalam penguatan pendidikan karakter. Program ini menanamkan nilai-nilai spiritual, sosial, disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, budaya bersih, hingga tata krama kepada para siswa.
Berdasarkan laporan terakhir Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen, jumlah penerima manfaat Program MBG saat ini mencapai 49.614.433 siswa dari total 53.394.088 siswa di seluruh Indonesia atau sekitar 93 persen.
Sementara itu, masih terdapat 3.780.445 siswa yang belum menerima manfaat program tersebut.
Adapun dari sisi satuan pendidikan, sebanyak 288.845 sekolah dari total 434.812 sekolah di Indonesia telah menerima program MBG, atau sekitar 66,5 persen.
"Jadi, capaiannya sudah sangat tinggi," tuturnya.
Dampak MBG
Kemendikdasmen juga menemukan dampak positif program ini terhadap pendidikan karakter dan motivasi belajar siswa. Berdasarkan riset yang dilakukan bersama Lab Sosio Universitas Indonesia, MBG dinilai membantu siswa memperoleh pangan bergizi, khususnya bagi kelompok sosial ekonomi rendah.